kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Ini tips berjualan online di tengah pandemi covid-19


Selasa, 28 April 2020 / 20:05 WIB
ILUSTRASI. Sirclo 


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 turut mengubah tren belanja offline ke online. Meski begitu, penjualan bagi pebisnis online juga tetap menantang.

Memahami dampak langsung Covid-19 terhadap semua lini bisnis, CEO dan Founder SIRCLO, Brian Marshal menjabarkan tiga contoh kasus dari kliennya, yaitu Ainayya, Nature’s Market, dan This is April.

Dalam contoh kasus ini, terdapat beberapa tips penting bagi para UKM online agar dapat menghadapi wabah COVID-19 dengan upaya optimal:

1. Menjaga kesehatan karyawan dan lingkungan kerja

Seiring dengan pemberlakuan work from home (WFH) dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), setiap pelaku bisnis perlu berpartisipasi untuk memastikan kesehatan karyawan dan keamanan lingkungan kerja.

Baca Juga: Menkop dan UKM sebut e-commerce solusi penjualan UMKM di tengah pandemi corona

Ainayya, brand lokal yang bergerak dalam bidang fashion, ikut memprioritaskan kesehatan dan kebersihan di operasional, dengan memberikan fasilitas di rumah produksi, menyediakan makanan bergizi bagi para karyawan, dan memberikan hand sanitizer serta masker kain yang secara rutin disterilkan.

Sementara Nature’s Market membuat wastafel darurat untuk driver yang melakukan antar-jemput barang, mewajibkan rutinitas cuci tangan, dan mewajibkan karyawan yang menggunakan transportasi umum untuk membawa baju ganti.

2. Memperbaharui stok secara bertahap

Sebagai penyedia produk F&B dan peralatan rumah tangga organik, Nature’s Market berupaya untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan melakukan pelarangan panic buying dan mengeluarkan stok produk secara berkala. Hal ini penting agar semua pelanggan bisa mendapatkan produk yang mereka butuhkan dan menghindari kelangkaan produk tertentu

3. Menumbuhkan koordinasi dan saling percaya antar karyawan

Salah satu isu yang dihadapi oleh semua UKM online adalah cara menjaga alur komunikasi kerja di tengah penerapan WFH. Bekerja dari rumah masing-masing berpotensi menimbulkan kesalahpahaman karena koordinasi yang lebih longgar, dibandingkan ketika bekerja di kantor.

Baca Juga: Aprindo: Penjualan ritel anjlok, gerai pakaian bahkan turun 80% per April 2020




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×