kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Inpex Rampungkan Tahap Rekayasa Proyek Gas Abadi, Investasi Ditargetkan Januari 2027


Selasa, 27 Oktober 2026 / 16:13 WIB
Inpex Rampungkan Tahap Rekayasa Proyek Gas Abadi, Investasi Ditargetkan Januari 2027
ILUSTRASI. Inpex Corporation (Dok/Inpex Corporation)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan energi asal Jepang, Inpex, telah menyelesaikan tahap perencanaan dan rekayasa teknis proyek gas alam cair (LNG) Abadi di Blok Masela, Indonesia. Penyelesaian tahap ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan proyek gas terbesar di Indonesia.

Direktur Utama Inpex Masela, Kenji Hasegawa, mengatakan bahwa anak perusahaan Inpex tersebut selanjutnya akan berfokus pada upaya mencapai keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID).

Hal itu disampaikan dalam acara yang menandai selesainya tahap Front-End Engineering Design (FEED), yakni tahap perancangan teknis awal yang menjadi dasar untuk melanjutkan proyek ke tahap pengembangan berikutnya.

Baca Juga: Dorong Peningkatan Produksi, Triputra Group Perkuat Bisnis Jagung di Sumba Barat Daya

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, berharap keputusan investasi akhir proyek tersebut dapat ditetapkan paling lambat Januari 2027.

Menurut Djoko, nilai investasi proyek Abadi LNG berpotensi mencapai US$22 miliar, lebih tinggi dibandingkan perkiraan terbaru Inpex sebesar US$21 miliar.

Penemuan gas di Blok Masela pertama kali diumumkan oleh Inpex pada 2000. Namun, pengembangan proyek ini mengalami sejumlah penundaan, antara lain akibat permintaan perubahan desain oleh pemerintahan sebelumnya, pandemi COVID-19, serta rencana penambahan fasilitas penangkapan karbon.

Meski menghadapi berbagai kendala, pembangunan proyek tersebut telah memasuki tahap awal. Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan pada Juli 2026. Saat itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan harapannya agar proyek dapat diselesaikan secepat mungkin.

Inpex menargetkan produksi gas dari proyek Abadi LNG dapat dimulai pada awal 2030. Namun, pemerintah Indonesia menginginkan proyek tersebut dapat beroperasi lebih cepat.

Penyelesaian tahap rekayasa teknis dan penetapan keputusan investasi akhir akan menjadi langkah penting untuk menentukan kelanjutan pengembangan proyek yang diharapkan dapat memperkuat sektor energi nasional tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×