kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Jero Wacik: Impor alat konversi 2.500 unit/bulan


Senin, 30 Januari 2012 / 13:36 WIB
ILUSTRASI. Sebagain besar bank syariah masih berhasil mengantongi pertumbuhan laba bersih di tahun lalu.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan cara konversi ke bahan bakar gas (BBG) terkendala dengan sulitnya proses pengadaan alat konversi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengungkapkan, industri dalam negeri baru bisa memproduksi alat konversi sesuai permintaan mulai tahun 2014 nanti.

Jika kebijakan konversi gas tetap berlaku 1 April tahun ini, maka pemerintah tidak memiliki pilihan lain selain mengimpor alat konversi. "Kemungkinan impor alat konversi itu dari Italia sebanyak 2.500 unit per bulan," ujar Jero Wacik, Senin (30/1).

Berdasarkan proyeksi pemerintah, kebutuhan alat konversi mencapai 296.000 unit. Kebutuhan itu terdiri dari 46.000 unit alat konversi untuk CNG dan 250.000 unit alat konversi untuk LGV. Di dalam negeri, industri yang sanggup menyediakan alat konversi itu adalah PT Dirgantara Indonesia (PTDI), itupun hanya sanggup memproduksi 300 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×