kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kemalasan operator membangun jaringan telekomunikasi menghambat ekonomi digital


Minggu, 13 Desember 2020 / 22:31 WIB
ILUSTRASI. Menara Base Transceiver Station BTS milik XL Axiata EXCL


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah melakukan evaluasi dan perpanjangan izin pita frekuensi radio (IPFR) operator telekomunikasi. Izin tersebut di frekuensi 800 Mhz, 900 Mhz dan 1.800 Mhz. Menteri Kominfo, Johnny G. Plate meminta operator telekomunikasi agar memenuhi komitmen  membangun di 3.435 daerah non komersial yang belum mendapatkan layanan telekomunikasi. 

Terkait langkah tersebut, Ahmad Alamsyah Saragih, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia menegaskan, komitmen  pembangunan di 3.435 daerah non komersial adalah amanat UU No.  39 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan konstitusi. Efek kemalasan operator telekomunikasi membangun jaringan terlihat saat pandemi. 

Masih banyak masyarakat di daerah terpencil tak mendapatkan sinyal telekomunikasi. Padahal di kala pandemi, peran digital begitu besar.  “Operator yang dahulu bermain-main dengan komitmen  pembangunan, baru sekarang menyadari akibatnya,”kata Alamsyah ke Kontan.co.id. Ahad (13/12). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×