kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.972   59,00   0,33%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Kemalasan operator membangun jaringan telekomunikasi menghambat ekonomi digital


Minggu, 13 Desember 2020 / 22:31 WIB
ILUSTRASI. Menara Base Transceiver Station BTS milik XL Axiata EXCL


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah melakukan evaluasi dan perpanjangan izin pita frekuensi radio (IPFR) operator telekomunikasi. Izin tersebut di frekuensi 800 Mhz, 900 Mhz dan 1.800 Mhz. Menteri Kominfo, Johnny G. Plate meminta operator telekomunikasi agar memenuhi komitmen  membangun di 3.435 daerah non komersial yang belum mendapatkan layanan telekomunikasi. 

Terkait langkah tersebut, Ahmad Alamsyah Saragih, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia menegaskan, komitmen  pembangunan di 3.435 daerah non komersial adalah amanat UU No.  39 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan konstitusi. Efek kemalasan operator telekomunikasi membangun jaringan terlihat saat pandemi. 

Masih banyak masyarakat di daerah terpencil tak mendapatkan sinyal telekomunikasi. Padahal di kala pandemi, peran digital begitu besar.  “Operator yang dahulu bermain-main dengan komitmen  pembangunan, baru sekarang menyadari akibatnya,”kata Alamsyah ke Kontan.co.id. Ahad (13/12). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×