kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kemarau tingkatkan penjualan minuman ringan 5%-7%


Selasa, 30 September 2014 / 22:18 WIB
Kemarau tingkatkan penjualan minuman ringan 5%-7%
ILUSTRASI. Logo HUT Kopassus 2023. 


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kemarau yang panjang yang terjadi selama kurang lebih satu bulan terakhir diperkirakan memicu penjualan minuman ringan sebesar 5%-7% dari bulan biasanya.  

Untuk memenuhi permintaan tersebut, pelaku industri minuman ringan sebelumnya telah mempersiapkan stok.

Triyono, Ketua Asosiasi Minuman Ringan mengatakan pelaku di industri minuman sudah sejak beberapa bulan terakhir ini memproduksi lebih banyak minuman untuk mengantisipasi peningkatan permintaan. Namun peningkatan produksi tersebut dipersiapkan bukan untuk menghadapi musim kering, melainkan untuk  mengantisipasi permintaan minuman ringan di akhir tahun yang memang biasanya meningkat.

Ia mengatakan biasanya peningkatan permintaan yang besar saat tahun baru di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Manado, dan lainnya.

Meski begitu, Triyono mengakui bahwa memang ada peningkatan permintaan minuman akibat musim kering belakangan ini. Hanya saja kata dia, pihaknya belum memiliki angka pasti peningkatan tersebut. "Data kongkritnya belum ada. Tapi melihat tren-tren di tahun-tahun sebelumnya saat kemarau ada peningkatan penjualan 5%-7% dari bulan biasanya," ujar Triyono kepada KONTAN, Selasa (30/9). 

Ia mengatakan peningkatan permintaan itu dikarenakan saat panas, orang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengonsumsi minuman ringan. Peningkatan permintaan tersebut, biasanya terjadi di kota-kota besar. Sebab warga kota memiliki mobilitas lebih tinggi,  sehingga lebih rentan terhadap cuaca panas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×