kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.790   11,00   0,07%
  • IDX 8.125   2,67   0,03%
  • KOMPAS100 1.144   6,73   0,59%
  • LQ45 831   7,32   0,89%
  • ISSI 287   -2,06   -0,71%
  • IDX30 432   2,46   0,57%
  • IDXHIDIV20 519   4,44   0,86%
  • IDX80 128   0,97   0,77%
  • IDXV30 141   0,32   0,23%
  • IDXQ30 140   0,64   0,46%

Kemenperin siapkan hilirisasi dan komersialisasi produk penanggulangan covid-19


Senin, 11 Mei 2020 / 12:08 WIB
Kemenperin siapkan hilirisasi dan komersialisasi produk penanggulangan covid-19
ILUSTRASI. COVENT-20, Ventilator Transport Lokal Rendah Biaya Berbasis Sistem Pneumatik yang dikembangkan oleh Tim Ventilator Universitas Indonesia (UI)


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk-produk riset dan inovasi di sektor industri, termasuk yang saat ini sedang dibutuhkan untuk penanggulangan wabah Covid-19.

“Contohnya mengenai pengembangan ventilator di dalam negeri. Kami melakukannya melalui fasilitasi percepatan produksi, kemudahan bahan baku dan komponen, alat uji dan kalibrasi ventilator, serta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk perizinan. Tentunya tetap mengedepankan faktor keselamatan, kemanfaatan dan moralitas,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta sebagaimana dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kontan, Senin (11/5).

Baca Juga: Kemenperin bakal cabut izin operasional industri yang tidak tertib protokol kesehatan

Doddy memaparkan, sejak April 2020, telah dilaksanakan rapat koordinasi dengan inisiator ventilator nasional serta perwakilan Kementerian Kesehatan, yaitu Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK).

“Secara umum, keempat tim pengembang ventilator adalah Tim Jogja, Tim ITS, Tim UI, dan Tim ITB yang sedang dalam proses uji fungsi dan uji klinis, serta penjajakan kerja sama industri untuk melakukan produksi skala besar,” terangnya.

Salah satu yang mendapat perhatian Kemenperin adalah Tim Jogja yang terdiri atas Universitas Gadjah Mada, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT STECHOQ, dan PT Swayasa Prakarsa. Tim tersebut telah mendapatkan sertifikat produksi, sertifikat merek dagang, dan kerja sama distribusi dengan penyalur alat kesehatan.

Selain pengembangan ventilator, Kemenperin melalui sejumlah unit litbang di bawah BBPI juga semakin aktif melakukan riset dalam rangka mendukung penanggulangan Covid-19, antara lain rancang bangun alat pelindung diri (APD) jenis face shield untuk tenaga kesehatan dalam penanganan pasien terpapar virus korona, yang telah dilaksanakan oleh Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) di Bandung.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×