kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Kementerian ESDM: Perlu ada akselerasi demi kejar target bauran EBT 23%


Jumat, 14 Agustus 2020 / 14:32 WIB
ILUSTRASI. Energi baru terbarukan


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

Ia mengungkapkan sejumlah alasan mengapa pengembangan EBT patut jadi fokus, antara lain investasi energi bersih setiap US$ 1 bakal memberi imbal hasil sebesar US$ 3 sampai US$ 8. Adapun,total pasar investasi energi rendah karbon di Indonesia mencapai US$ 38,9 miliar.

Selain itu daya saing EBT yang lebih baik ketimbang energi fosil mengingat fluktuasi harga yang terjadi. Pengembangan EBT juga diyakini bakal berkontribusi pada terciptanya lapangan kerja yang lebih banyak ketimbang non-EBT.

Harris melanjutkan, sejumlah upaya akselerasi akan dilakukan terkhusus oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca Juga: PGN perluas pemanfaatan gas bumi lewat kerja sama antar BUMN

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menuturkan, masih ada selisih antara sejumlah target yang ditetapkan. "Tahun 2019, kapasitas aktual terpasang EBT PLN 7,8 GW sementara dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) adalah 12,8 GW di 2024 nanti.

Target ini masih memiliki selisih sekitar 3,5 GW dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebesar 16,3 GW," terang Zulkifli.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×