Reporter: Mona Tobing | Editor: Uji Agung Santosa
JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) berencana memacu produksi gula nasional dengan membangun 10 pabrik baru hingga 2019. Dengan pabrik-pabrik gula baru itu, Kemtan optimis rendemen gula bisa naik hingga 11%-12% pada 2019, naik dari target tahun depan yang sebesar 8%.
Pada tahun depan Kemtan menargetkan peningkatan produksi gula sebesar 2,84 juta ton. Tahun ini sendiri, diperkirakan terjadi defisit kebutuhan gula 3,09 juta ton. Defisit terjadi karena produksi gula hanya mencapai 2,79 juta ton, lebih rendah dari kebutuhannya yang sebesar 5,38 juta ton.
Untuk mencapai target itu, maka perlu ada intensifikasi lahan tebu seluas 460.000 hektare (ha) hingga 2019. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, pada tahun depan ditargetkan 3 pabrik gula akan terbangun. Dua diantaranya bahkan telah memiliki izin dan tengah melakukan pembebasan lahan.
Pabrik pertama berlokasi di Oki, Sumatera Selatan yakni PT Pratama Nusantara Sakti dengan hak guna usaha atau HGU seluas 7.618 ha. Pembebasan pabrik ini mulai dilakukan sejak april 2014. Kedua, PT Indah Cemerlang HGU seluas 8.754 ha di Konawe. Meski baru ada dua perusahaan yang akan segera membangun pabrik gula. Pemerintah tengah berupaya untuk menjaring pihak swata lain dan BUMN.
Direktur Tanaman Semusim Kemtan Nurnowo Paridjo menambahkan, tahun depan rendemen diperkirakan 8% sebab pabrik gula telah beroperasi tahun ini mulai berkontribusi. Nah, pembangunan tiga pabrik gula yang mulai beroperasi 2017 sampai 2018 diyakini mampu menaikan rendemen hingga 9% sampai 10%.
"Kalau 10 pabrik gula bisa beroperasi dalan waktu lima tahun nantinya rendemen bisa mencapai 11% hingga 12%. Namun semua berkontribusi tiga tahun setelah pabrik gula beroperasi," paparnya pada Senin (17/11). Demi meningkatkan rendemen, Kemtan akan menyediakan benih unggulan, penyaluran pupuk ke petani serta pendorongan revitalisasi pabrik gula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News