kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ketua KADIN: MoU Proton harus disambut positif


Kamis, 12 Februari 2015 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto menyerukan seharusnya penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Proton disambut positif.

Menurut Suryo, MoU itu bisa dijadikan jalan pintas Indonesia untuk membangun industri mobil sendiri. "Kalau ada tawaran, itu kan jalan pintas, harus kita sambut positif. Janganlah kita apriori," ujar Suryo, Kamis (12/2).

Apalagi, kata dia, saat ini pasar mobil Indonesia dikuasai oleh pabrikan Jepang. "Pasar otomotif itu kenyataannya dikuasai Jepang, nah sekarang ada negara yang punya kemampuan mau bangun mobil nasional kenapa malah ramai sih? Kita sambut saja," ujar Suryo.

Ia mengatakan membangun industri mobil itu tidak mudah. Perlu modal dan pembangunan dalam waktu yang panjang. "Membangun ini memerlukan investasi tidak sedikit, tidak bisa sekadar sekumpulan anak muda lalu tiba-tiba bikin mobil. Kita harus melihat permasalahan secara objektif, realistis, harusnya kita terima kasih, kita welcome dengan Proton," tutur Suryo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×