kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kinerja Adhi Commuter (ADCP) Tertekan Penurunan Pendapatan Sektor Properti


Rabu, 26 Juli 2023 / 12:32 WIB
Kinerja Adhi Commuter (ADCP) Tertekan Penurunan Pendapatan Sektor Properti
ILUSTRASI. Petugas memberi penjelasan kepada calon penghuni apartemen transit oriented development (TOD) LRT City Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/9).


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mencatat penurunan kinerja keuangan di semester I-2023. Penurunan kinerja tersebut disebabkan oleh amblesnya pendapatan properti dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Mengutip laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (25/7), pendapatan usaha ADCP menurun 31,67% menjadi Rp 210,44 miliar di semester I-2023. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan usaha ADCP tercatat mencapai Rp 307,98 miliar. 

Amblesnya pendapatan usaha ADCP, disebabkan oleh menurunnya pendapatan properti yang merupakan kontributor utama pendapatan perusahaan di paruh pertama 2023. Angkanya menurun 46,11% yoy, dari semula Rp 240,54 miliar menjadi Rp 129,61 miliar. 

Baca Juga: Adhi Commuter Properti (ADCP) Sebut Realisasi Marketing Sales Masih On Track

Pendapatan usaha ADCP juga dikontribusi dari pendapatan hotel Rp 51,78 miliar dan operasi bersama LRT City Jatibening sebesar Rp 29,04 miliar.

 

Menurunnya angka pendapatan ikut membuat beban pokok pendapatan turun 35,07% menjadi Rp 156 miliar. Sehingga menghasilkan laba kotor turun 19,59%, dari semula Rp 67,71 miliar menjadi Rp 54,45 miliar. 

Di sisi lain, ADCP mesti menanggung kenaikan beban usaha menjadi sebesar Rp 30,85 miliar per akhir Juni lalu. Sedangkan per akhir Juni 2022, angkanya hanya senilai Rp 24,29 miliar. 

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Bidik Potensi Bisnis Berbasis Lingkungan

Hingga akhir Juni lalu laba bersih ADCP menyusut menjadi hanya Rp 20,70 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba periode berjalan yg dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp 37,58 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×