Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan material atap di proyek konstruksi bukan hanya ditentukan oleh harga. Kontraktor perlu mempertimbangkan kualitas, durabilitas, keamanan, kemudahan pemasangan hingga kepastian pasokan.
Senior Vice President SCM PT Nindya Karya Cut Raisa mengatakan, pemilihan material atap pada proyek konstruksi harus mengacu pada persetujuan pemberi kerja atau pemilik proyek.
Material yang diajukan juga harus memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Aspek yang diperhatikan mencakup kualitas, durabilitas, keamanan, serta kemudahan pemasangan.
Selain itu, kontraktor mempertimbangkan harga yang kompetitif, ketersediaan produk, kapasitas pasokan, dan ketepatan waktu pengiriman. Dukungan teknis dari produsen atau pemasok juga menjadi bagian dari evaluasi.
Baca Juga: Onduline Bidik Cuan dari Proyek Sekolah Rakyat, Permintaan Tumbuh 70%
“Harga yang kompetitif, ketersediaan produk, kapasitas pasokan, ketepatan waktu pengiriman, serta dukungan teknis dari produsen atau pemasok juga menjadi bagian penting dalam proses evaluasi,” ujar Raisa kepada KONTAN, Rabu (26/8/2026).
Menurut Raisa, tantangan pasokan semakin terasa pada proyek dengan kebutuhan material dalam volume besar dan waktu pengerjaan yang relatif bersamaan. Kondisi tersebut terlihat dalam pembangunan Sekolah Rakyat yang memiliki lokasi proyek tersebar di berbagai daerah.
Kontraktor perlu memastikan kapasitas produksi produsen mampu memenuhi kebutuhan. Pengaturan distribusi dan kesiapan material di masing-masing lokasi juga perlu dilakukan sejak awal.
“Komitmen kapasitas produksi, jadwal pengiriman, dan koordinasi antara produsen, pemasok, serta tim proyek perlu dipastikan sejak tahap awal pengadaan,” lanjutnya.
Baca Juga: MRT Jakarta Ekspansi Besar-besaran, Industri Konstruksi Ketiban Cuan
Raisa melihat kebutuhan material atap untuk pembangunan Sekolah Rakyat masih cukup tinggi seiring keberlanjutan program tersebut. Jumlah dan sebaran lokasi proyek membuat kebutuhan material atap menjadi cukup besar.
Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan konsistensi kualitas, kesiapan kapasitas produksi, serta keandalan distribusi. Produsen juga perlu mampu memberikan layanan teknis untuk mendukung pengerjaan di lapangan.
Menurut Raisa, produsen yang memiliki produk sesuai spesifikasi serta mampu memberikan kepastian pasokan dan layanan teknis akan memiliki daya saing lebih kuat.
Baca Juga: Beban Operasional Naik, Emiten Konstruksi Perketat Efisiensi dan Seleksi Proyek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














