kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Krakatau Steel (KRAS) Pasok Pipa untuk PSN Gas Dusem, Nilainya Capai Rp 4 Triliun


Kamis, 19 Februari 2026 / 18:10 WIB
Krakatau Steel (KRAS) Pasok Pipa untuk PSN Gas Dusem, Nilainya Capai Rp 4 Triliun
ILUSTRASI. PT Krakatau Steel Tbk (DOK/Krakatau Steel)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Secara keseluruhan, Hernowo optimistis KRAS bisa memperbaiki kinerja bisnis dan keuangannya. Secara bisnis, KRAS ingin menangkap peluang dari proyeksi pertumbuhan permintaan di dalam negeri, khususnya dari proyek pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

KRAS antara lain melirik peluang dari proyek pembangunan kapal. Hernowo bilang, KRAS sudah memiliki kerja sama dengan PT PAL Indonesia untuk memasok bahan baja. Sementara itu, PT PAL akan menggarap berbagai proyek kapal seperti dari Pertamina dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Pertamina mau bikin kapal, KKP juga bikin kapal, itu yang mengerjakan PT PAL. Nah, PT PAL itu bahan bakunya dari Krakatau Steel. Jadi pasti lumayan, tapi belum dihitung (nilai kontrak dan kontribusi terhadap kinerja KRAS)," kata Hernowo.

Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) Membalik Rugi Jadi Laba US$ 22,17 Juta di Kuartal III-2025

Selain itu, sejak akhir tahun lalu, KRAS juga berkontribusi dalam program penanganan bencana dan  proyek Makanan Bergizi Gratis (MBG), melalui pendirian dapur MBG di sejumlah titik. "Kami bantu agenda pemerintah," imbuh Hernowo.

Optimisme KRAS juga datang dari langkah pemerintah memperkuat proteksi terhadap industri baja dalam negeri, terutama melalui pengendalian produk barang impor. Hernowo mencontohkan pengenaan tarif 17,5% untuk salah satu produk baja impor dari China yang sebelumnya bisa melenggang masuk ke Indonesia dengan tarif 0%.

Dengan berbagai katalis positif tersebut, Hernowo meyakini KRAS bisa mendongkrak volume produksi baja sekitar 1 juta ton menjadi sekitar 4,5 juta ton pada tahun 2026. Apalagi, operasional KRAS juga akan terdorong oleh pabrik Hot Strip Mill (HSM) 1 yang sudah kembali beroperasi penuh.

Dari sisi pengembangan usaha, KRAS pun siap menjalankan mandat yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Danantara terkait hilirisasi pertambangan.

Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) Kantongi Investasi China Perdana untuk Pabrik PET Resin di KIK

KRAS siap berkontribusi dalam proyek hilirisasi Danantara dengan mengolah pasir besi dan biji besi menjadi baja karbon, serta mengolah nikel ore menjadi stainless steel.

Dari sisi kinerja keuangan, KRAS berkomitmen untuk tidak lagi membukukan rapor merah dalam pembukuan tahunannya. "Tahun lalu bukunya InshaAllah sudah hijau. Tahun ini biru. Terus, tidak boleh merah lagi, pesan dari Danantara begitu," tandas Hernowo.

Selanjutnya: 11 Tips agar Tidak Gampang Lapar saat Puasa, Coba Terapkan!

Menarik Dibaca: 11 Tips agar Tidak Gampang Lapar saat Puasa, Coba Terapkan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×