kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Laba industri penerbangan tahun ini diprediksi hanya US$ 4 miliar


Senin, 06 Juni 2011 / 14:16 WIB
ILUSTRASI. Karyawan menghitung uang rupiah di Bank Mandiri Syariah, Jakarta.


Reporter: | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. International Air Transport Association (IATA) menurunkan target keuntungan industri penerbangan tahun ini menjadi hanya US$ 4 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 54% dari target awal yang sebesar US$ 8,6 miliar.

Direktur Jenderal CEO IATA, Giovanni Bisignani menyatakan, pemangkasan proyeksi keuntungan tersebut karena harga minyak dan situasi dunia. "Bencana alam di Jepang, kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara, ditambah dengan kenaikan tajam harga minyak telah memangkas ekspektasi keuntungan industri hingga $ 4 miliar tahun ini," ujarnya, Senin (6/6).

Melonjaknya biaya bahan bakar merupakan penyebab utama penurunan profitabilitas. Harga minyak rata-rata untuk tahun 2011 diperkirakan $ 110 per barel, atau naik 15% dibanding perkiraan sebelumnya yang sebesar $ 96 per barel.

Bisignani memperkirakan, dengan kenaikan bahan bakar tersebut perusahaan penerbangan menghadapi tambahan biaya sebesar $ 1,6 miliar. "Kami telah membangun efisiensi yang sangat besar selama dekade terakhir. Pada tahun 2001, kami membutuhkan minyak di bawah $ 25 per barel. Hari ini, kami memperoleh keuntungan sangat kecil dengan minyak pada $ 110 per barel, "kata Bisignani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×