kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.617   64,00   0,36%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba industri penerbangan tahun ini diprediksi hanya US$ 4 miliar


Senin, 06 Juni 2011 / 14:16 WIB
ILUSTRASI. Karyawan menghitung uang rupiah di Bank Mandiri Syariah, Jakarta.


Reporter: Mia Winarti Syaidah | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. International Air Transport Association (IATA) menurunkan target keuntungan industri penerbangan tahun ini menjadi hanya US$ 4 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 54% dari target awal yang sebesar US$ 8,6 miliar.

Direktur Jenderal CEO IATA, Giovanni Bisignani menyatakan, pemangkasan proyeksi keuntungan tersebut karena harga minyak dan situasi dunia. "Bencana alam di Jepang, kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara, ditambah dengan kenaikan tajam harga minyak telah memangkas ekspektasi keuntungan industri hingga $ 4 miliar tahun ini," ujarnya, Senin (6/6).

Melonjaknya biaya bahan bakar merupakan penyebab utama penurunan profitabilitas. Harga minyak rata-rata untuk tahun 2011 diperkirakan $ 110 per barel, atau naik 15% dibanding perkiraan sebelumnya yang sebesar $ 96 per barel.

Bisignani memperkirakan, dengan kenaikan bahan bakar tersebut perusahaan penerbangan menghadapi tambahan biaya sebesar $ 1,6 miliar. "Kami telah membangun efisiensi yang sangat besar selama dekade terakhir. Pada tahun 2001, kami membutuhkan minyak di bawah $ 25 per barel. Hari ini, kami memperoleh keuntungan sangat kecil dengan minyak pada $ 110 per barel, "kata Bisignani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×