kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

LIPI: Rasio impor beras masih tinggi


Selasa, 19 September 2017 / 12:32 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Produksi beras Indonesia disebutkan masih lebih tinggi dibandingkan jumlah konsumsi nasional.

"Produksi beras dengan rata-rata rendemen 58% sampai 60%, masih lebih tinggi dibandingkan konsumsi," ujar Yeni Saptia, Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Selasa (19/9).

Meski begitu, Indonesia masih terus mengimpor beras untuk kebutuhan stok. Selain untuk stok, impor juga dilakukan lantaran pemerintah berkewajiban menjaga stabilitas harga.

Berdasarkan data LIPI, hingga tahun 2015, rata-rata impor beras Indonesia mencapai 1,02 juta ton per tahun. Padahal selisih antara produksi dan konsumsi beras periode 2012 hingga 2015, berkisar 7 juta ton hingga 10 juta ton per tahun. Tingginya selisih belum dapat disimpan sebagai stok beras.

Berdasarkan data LIPI, impor kebutuhan pangan Indonesia saat ini sudah turun dibandingkan tahun 2012. Namun, kata Yeni, rasio impor Indonesia masih tinggi. "Bila terjadi kenaikan konsumsi 1%, maka akan terjadi kenaikan impor pula sebesar 2,65%," katanya.

Menurut Yeni, kendala soal impor sejauh ini lantaran belum ada data pasti kebutuhan impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×