kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Listrik Terbatas, Investasi 25 Perusahaan Sepatu Tertunda


Rabu, 01 Juli 2009 / 17:29 WIB


Reporter: Nurmayanti | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Energi adalah hal penting bagi investor. Makanya jangan heran jika ketidakpastian pasokan listrik membuat sejumlah investor sepatu dalam dan luar negeri menunda rencana investasinya di Indonesia.

Pada tahun ini, berdasarkan catatan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), ada 25 perusahaan yang telah mendaftarkan izin investasi ke Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) senilai US$ 700 juta. Kebutuhan pasokan listrik itu mencapai 53.000 kilo volt ampere (KVA) untuk satu perusahaan.

Sayang, pasokan listrik membuat investasi itu menjadi tertunda. Hingga kini, Aprisindo pun masih berusaha memfasilitasi para investor dengan PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN), selaku pemasok energi listrik dalam negeri. “Pemerintah perlu bergerak cepat menggaet potensi investasi ini. Sebab, dari 25 perusahaan saja, bakal menyerap setidaknya 160.000 tenaga kerja,” kata Ketua Umum Aprisindo, Eddy Widjanarko, Rabu (1/7).

Eddy menjelaskan, maraknya rencana investasi ini bukanlah tanpa sebab. Melainkan, para investor menilai, kondisi perekonomian maupun politik Indonesia masih lebih stabil ketimbang negara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×