kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Listrik Terbatas, Investasi 25 Perusahaan Sepatu Tertunda


Rabu, 01 Juli 2009 / 17:29 WIB


Reporter: Nurmayanti | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Energi adalah hal penting bagi investor. Makanya jangan heran jika ketidakpastian pasokan listrik membuat sejumlah investor sepatu dalam dan luar negeri menunda rencana investasinya di Indonesia.

Pada tahun ini, berdasarkan catatan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), ada 25 perusahaan yang telah mendaftarkan izin investasi ke Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) senilai US$ 700 juta. Kebutuhan pasokan listrik itu mencapai 53.000 kilo volt ampere (KVA) untuk satu perusahaan.

Sayang, pasokan listrik membuat investasi itu menjadi tertunda. Hingga kini, Aprisindo pun masih berusaha memfasilitasi para investor dengan PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN), selaku pemasok energi listrik dalam negeri. “Pemerintah perlu bergerak cepat menggaet potensi investasi ini. Sebab, dari 25 perusahaan saja, bakal menyerap setidaknya 160.000 tenaga kerja,” kata Ketua Umum Aprisindo, Eddy Widjanarko, Rabu (1/7).

Eddy menjelaskan, maraknya rencana investasi ini bukanlah tanpa sebab. Melainkan, para investor menilai, kondisi perekonomian maupun politik Indonesia masih lebih stabil ketimbang negara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×