Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Phapros Tbk (PEHA) menunjukkan tren pemulihan pada semester I-2026. Perbaikan kinerja tersebut turut tercermin dari valuasi saham PEHA yang berada di bawah rata-rata historis, baik dari sisi price to earning ratio (PER) maupun price to book value (PBV).
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, PEHA membukukan laba bersih sebesar Rp 15,29 miliar pada semester I-2026, melonjak 541% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan, perbaikan margin kotor, pemulihan pendapatan lain-lain, serta penurunan beban keuangan.
Analis pasar modal sekaligus Founder MikirDuit, Surya Rianto mengatakan, secara trailing twelve months (TTM), PER Phapros berada di level 4,97 kali dan PBV sebesar 0,48 kali. Kedua rasio tersebut berada di bawah rata-rata historis tiga tahun.
"Dengan PBV di bawah 1 artinya harga saham PEHA lebih rendah dari nilai buku atau kekayaan bersih per lembar sahamnya," ungkap Surya, dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Laba Phapros (PEHA) Melejit 511% di Semester I-2026, Andalkan Efisiensi & Produk Baru
Dari sisi operasional, penjualan PEHA pada semester I-2026 tumbuh 5,37% menjadi Rp 482,85 miliar. Segmen Over the Counter (OTC) atau obat yang bisa dibeli tanpa menggunakan resep dokter, menjadi pendorong pertumbuhan dengan kenaikan penjualan 16,3%.
Sementara itu, segmen Obat Generik Berlogo (OGB) masih menjadi kontributor pendapatan terbesar. Penjualan segmen ini meningkat 5,46% menjadi Rp 261,62 miliar.
Perbaikan kinerja juga terlihat dari kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan beban pokok penjualan agar lebih rendah dibandingkan kenaikan pendapatan. Beban pokok penjualan PEHA hanya meningkat 0,38% menjadi Rp 239 miliar.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan gross profit margin (GPM) perusahaan menjadi 50,43% pada semester I-2026, dibandingkan 47,96% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan margin kotor terjadi pada kedua segmen utama perusahaan. GPM segmen OTC naik menjadi 58,63% dari sebelumnya 49,41%. Adapun GPM segmen OGB meningkat menjadi 39,18% dari 37,07%.
Selain perbaikan margin, laba PEHA turut ditopang pemulihan pendapatan lain-lain secara bersih menjadi positif Rp 250,03 juta, dibandingkan kerugian Rp 3,76 miliar pada semester I-2025.
Baca Juga: Berbekal Capaian Kuartal I, Phapros (PEHA) Bidik Pertumbuhan Kinerja Hingga Dua Digit
Pemulihan tersebut antara lain berasal dari pemulihan piutang usaha senilai Rp 277,39 juta dan pendapatan sewa sebesar Rp 5,3 miliar yang tidak tercatat pada periode sebelumnya.
Sejalan dengan kondisi tersebut, laba usaha PEHA meningkat 24,22% menjadi Rp 43,56 miliar. Perusahaan juga berhasil menekan beban keuangan sebesar 7,56% menjadi Rp 22,87 miliar, sementara pendapatan keuangan meningkat 269% menjadi Rp 1,25 miliar.
Prospek kinerja PEHA pada 2026
Dari sisi prospek, manajemen PEHA menargetkan pertumbuhan penjualan di atas 20% pada 2026, dengan pertumbuhan laba bersih dua digit. Perusahaan juga mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 68,7 miliar.
Surya menilai, target tersebut masih membutuhkan upaya peningkatan penjualan pada semester II-2026. Dengan realisasi penjualan semester I-2026 sebesar Rp 482,85 miliar, PEHA perlu membukukan tambahan pendapatan Rp 646,21 miliar untuk mencapai target penjualan tahun ini.
Menurutnya, dengan prospek pertumbuhan laba bersih dua digit, valuasi PEHA saat ini sudah cukup terdiskon.
"Dengan realisasi penjualan semester I/2026 senilai Rp482,85 miliar, PEHA membutuhkan tambahan pendapatan senilai Rp646,21 miliar untuk bisa mencapai target. Lalu, perseroan perlu menjaga margin keuntungan bersih sekitar 3 persen agar laba bersih bisa tumbuh 23 persen menjadi Rp33,87 miliar," ujarnya.
Dari sisi PER TTM, rasio saham PEHA berada di level 4,97 kali. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata PER selama tiga tahun terakhir yang sebesar 15,7 kali.
Baca Juga: Phapros (PEHA) Berbalik Untung, Laba Kuartal I-2026 Melonjak 113%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














