kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.831   -69,00   -0,41%
  • IDX 7.986   50,96   0,64%
  • KOMPAS100 1.126   8,96   0,80%
  • LQ45 817   1,49   0,18%
  • ISSI 283   4,63   1,67%
  • IDX30 425   -1,54   -0,36%
  • IDXHIDIV20 511   -4,09   -0,79%
  • IDX80 126   0,78   0,63%
  • IDXV30 139   -0,12   -0,09%
  • IDXQ30 138   -0,82   -0,59%

Mau Lebaran, pengusaha minta tambahan pasokan gas


Jumat, 22 Juni 2012 / 21:39 WIB
Mau Lebaran, pengusaha minta tambahan pasokan gas
ILUSTRASI. Xiaomi Redmi Note 10 masih jadi salah satu seri HP harga 2 jutaan terbaik yang bisa Anda dapatkan saat ini.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran, pelaku industri makanan dan minuman membutuhkan tambahan pasokan gas untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, pengusaha membutuhkan pasokan gas sebanyak dua hingga tiga kali lipat dari biasanya.

Di hari-hari biasa, industri makanana dan minuman di dalam negeri membutuhkan pasokan gas sebesar 70 mmcfd hingga 80 mmcfd per hari. Namun, Adhi mengatakan, jatah gas yang diberikan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) hanya mencapai 50 mmcfd. "Kami minta tambahan kuota tapi tidak diberi," ucapnya, Jumat (22/5).

Karena membutuhkan pasokan gas yang lebih banyak dari biasanya, dia bilang industri makanan dan minuman harus membayar bea tambahan (surcharge). Namun ia mengaku belum mengetahui berapa besaran bea tambahan yang akan dikenakan ke pengusaha ini.

Sebab, Adhi mengaku besaran bea tambahan seringkali berubah-ubah. Ada kalanya mencapai 300%, 250%, hingga 150% dari harga gas normal. "Saya harap yang dikenakan cukup 150%," tuturnya.

Selama ini, memang ada peraturan yang menyebabkan industri akan terkena penalty bila menggunakan pasokan gas melebihi kuota. Namun di sisi lain, PGN kerap tak bisa memenuhi pasokan gas sesuai kontrak.

Menghadapi bulan Ramadhan dan Lebaran sendiri, produksi makanan dan minuman akan meningkat hingga 30% dari hari biasanya. Peningkatan produksi akan mencapai puncaknya pada Juli mendatang. Selain karena meningkatnya permintaan, peningkatan produksi ini juga dilakukan untuk mengantisipasi libur hari raya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×