kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Menhub mengaku punya utang ke Garuda, apa itu?


Kamis, 04 September 2014 / 14:43 WIB
IHSG Dalam Tren Bearish, Simak Strategi Investasi dan Saham Pilihan Analis


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengaku mempunyai utang kepada PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA). Utang yang dimaksud Mangindaan adalah rencana untuk menaikkan tarif angkutan udara yang saat ini dibatasi oleh pemerintah.

"Saya mempunyai utang menaikkan tarif," ujar Mangindaan di peluncuran buku 'Transformasi Garuda: From One Dollar to Billion Dollars Company' di Hotel Dharmawangsa, Kamis (4/9).

Menurut Mangindaan, pemerintah akan menaikkan tarif angkutan udara sebesar 10%. Meski banyak protes dari maskapai, namun keinginan Mangindaan menaikkan tarif untuk menyelamatkan Garuda yang sudah merugi triliunan rupiah. "Saya angkat tangan saja, tapi yang penting bagaimana menyelamatkan Garuda," ungkapnya.

Selain membayar utang, Mangindaan meminta maaf lantaran lambatnya pembangunan infrastruktur transportasi. Pertumbuhan infrastruktur transportasi tidak mampu mencukupi kebutuhan industri penerbangan yang tumbuh pesat."Infrastruktur kalah cepat dengan air lines. Air lines pertumbuhannya cepat tapi infrastrukturnya lambat," katanya.

Sebelumnya, Garuda rugi US$211,7 juta setara dengan Rp 2,4 triliun semester I 2014. Pada periode yang sama tahun sebelumnya Garuda mencatat kerugian US$10,9 juta. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×