kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Menimbang untung rugi empat opsi penyelamatan Garuda (GIAA), mana pilihan terbaik?


Minggu, 30 Mei 2021 / 14:45 WIB
ILUSTRASI. BUMN siapkan 4 opsi atas persoalan Garuda Indonesia, mulai dari bailout, ajukan kebangkrutan sampai likuidasi. ANTARA FOTO/Ampelsa/wsj.


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

Opsi keempat, Garuda akan dilikuidasi dan sektor swasta dibiarkan mengisi kekosongan. Dalam opsi ini, pemerintah mendorong sektor swasta untuk meningkatkan layanan udara, misalnya dengan pajak bandara atau subsidi rute yang lebih rendah.

Sebagai rujukan opsi ini adalah Varig Airlines dan Malev Hungarian Airlines. Jika opsi ini dipakai, "Indonesia tidak lagi memiliki national flag carrier," tulis  dokumen PPT Kementerian BUMN itu.

Viação Aérea RIo-Grandense (Varig) lah maskapai  tertua Brasil.  Maskapai ini masuk perlindungan kebangkrutan tahun 2005 dan ditutup setahun kemudian dan dilikuidasi akibat masalah keuangan.

Sementara Malev Hungarian dinyatakan bangkrut di 2012. Pasca bangkrut, sejumlah maskapai swasta menerbangi Hungaria.

Baca Juga: Ini strategi Garuda atas beban utang dan dibalik keputusan tawaran pensiun dini

Dari empat opsi tersebut, mana pilihan pemerintah? Informasi yang didapat KONTAN, sejauh ini pemerintah belum memutuskan opsi pilihan. Pemerintah akan mengajukan opsi tersebut ke parlemen.

Yang jelas, Asosiasi Transportasi Udara Internasional memperingatkan bahwa kerugian di industri penerbangan akan terus terjadi. Bahkan per bulan di 2021, industri diprediksi masih akan menderita hingga US$ 6 miliar (Rp 88 triliun).

Pemulihan ekonomi yang lambat akibat pandemi masih menjadi beban. Asosiasi memprediksi jumlah penumpang baru akan kembali ke level 2019 pada 2024 nanti.

Mayday ! Mayday! Bisnis penerbangan nampaknya masih dalam tren menjunam di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×