CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Menko Zulhas Targetkan 35.872 KDKMP Rampung Agustus 2026


Senin, 20 Juli 2026 / 14:27 WIB
Menko Zulhas Targetkan 35.872 KDKMP Rampung Agustus 2026
ILUSTRASI. Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan sebanyak 35.872 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) rampung pada Agustus 2026. 

Menurut Zulhas, koperasi yang selesai dibangun tahun ini akan menjadi tahap awal implementasi program sebelum diperluas pada tahun depan.

"Insyaallah di bulan Agustus bisa selesai. Ini tahun ini, jadi tahun ini kira-kira 35.872 yang bisa diselesaikan. Kita akan penempatan orang-orang dan tentu agar ini bisa berjalan dengan baik," ujar Zulhas usai rapat terbatas terkait Program KDKMP di kantornya, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Zulhas, setelah target penyelesaian tahun ini tercapai, pemerintah akan melanjutkan pembangunan KDKMP secara bertahap pada tahun depan.

"Tahun depan akan kita rencanakan lagi," katanya.

Baca Juga: Menko Zulhas Sebut Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket,Tapi Infrastruktur Pemerintah

Ia menjelaskan, KDKMP yang telah rampung akan langsung dipersiapkan untuk menjalankan fungsi sebagai infrastruktur pemerintah di tingkat desa. Koperasi tersebut akan menjadi saluran distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan pangan, pupuk bersubsidi, hingga operasi pasar.

"Jadi yang dibayangkan Kopdes itu supermarket, seperti toko serba ada, bukan. Sementara dia adalah infrastruktur pemerintah dan juga sebagai offtaker," ujar Zulhas.

Selain menjadi penyalur bantuan, KDKMP juga akan berfungsi sebagai offtaker hasil pertanian. 

Menurut Zulhas apabila harga gabah di suatu desa berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), koperasi akan membeli gabah petani sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

"Misalnya harga gabah pemerintah Rp 6.500, tetapi di satu desa gabahnya Rp 5.000 karena kesulitan transportasi dan lain-lain, maka yang membeli dengan harga Rp 6.500 adalah koperasi sebagai offtaker," jelasnya.

Baca Juga: Menkop Tegaskan Pembentukan Kopdes Merah Putih Bukan untuk Menggusur Ritel Modern

Zulhas mengatakan, pada tahap awal operasional pemerintah juga menyiapkan skema transisi bagi KDKMP yang telah dibangun dengan melibatkan Agrinas Pangan. 

Zulhas pun mengungkapkan, pemerintah tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengatur operasional KDKMP agar penyaluran bantuan dan barang bersubsidi dapat berjalan efektif.

Ia berharap ribuan KDKMP yang ditargetkan selesai pada Agustus mendatang dapat segera beroperasi sebagai simpul distribusi program pemerintah di tingkat desa, sementara pembangunan koperasi di wilayah lain akan dilanjutkan pada tahun depan.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Dibidik Dongkrak PAD Desa, Ribuan Unit Beroperasi Sudah Beroperasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×