kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.036   36,00   0,21%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Musim Mas targetkan produksi CPO naik 10% di 2017


Selasa, 29 November 2016 / 17:41 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Menjelang tahun 2017 perusahaan perkebunan kelapa sawit optimistis bahwa produksi tahun depan akan meningkat. Optimisme ini seiring dengan cuaca yang diperkirakan sudah membaik setelah melewati musim El Nino tahun 2015 dan La Nina 2016. 

Togar Sitanggang, Senior Manager Corporate Affair Grup Musim Mas mengatakan, produksi CPO Musim Mas tahun depan ditargetkan meningkat. Hal itu sejalan dengan peningkatan target ekspor CPO yang ditetapkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang mencapai 25 juta ton tahun 2017. "Pasti kami targetkan akan naik, utamanya produksi CPO," ujar Togar kepada KONTAN, Senin (28/11).

Kendati begitu, Togar enggan menjelaskan berapa persen target produksi CPO Musim Mas. Tapi menurutnya, kenaikan itu bisa saja mencapai sekitar 10%. Ia memperkirakan kenaikan produksi tidak otomatis mendorong kenaikan ekspor CPO dari Indonesia. Sebab, ada banyak faktor lain yang menentukan peningkatan ekspor seperti situasi ekonomi di negara tujuan ekspor, harga dan situasi dan kondisi minyak sejenis dan sejumlah faktor lainya.

Secara umum, tujuan ekspor CPO Indonesia saat ini ke Eropa dan India karena di negara-negara tersebut banyak kilang minyak. Meski begitu Musim Mas tidak mengekspor CPO karena produksi diutamakan untuk kebutuhan di dalam negeri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×