kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

INAPA 2026 dan Busworld SEA 2026 Dibuka, Soroti Transformasi Mobilitas Berkelanjutan


Rabu, 20 Mei 2026 / 17:23 WIB
INAPA 2026 dan Busworld SEA 2026 Dibuka, Soroti Transformasi Mobilitas Berkelanjutan
ILUSTRASI. INAPA 2026 dan Busworld SEA 2026 Resmi Dibuka, Soroti Transformasi Mobilitas Berkelanjutan (KONTAN/Vina Elvira)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID- JAKARTA. Industri otomotif, kendaraan niaga, transportasi publik, dan logistik nasional dinilai tengah memasuki fase transformasi besar seiring dorongan elektrifikasi, modernisasi transportasi publik, hingga penguatan ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara. 

Momentum tersebut tercermin dalam penyelenggaraan INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 yang resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Presiden Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, mengatakan penyelenggaraan Busworld Southeast Asia bersama INAPA 2026 dan Transport & Logistics Indonesia 2026 menunjukkan pesatnya pertumbuhan sektor transportasi, logistik, infrastruktur, dan mobilitas berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.

“Hari ini kami bangga dapat menghadirkan salah satu pameran terbesar di Asia Tenggara untuk industri otomotif dan logistik, khususnya sektor bus, coach, serta aftermarket otomotif,” ujar Baki, dalam Pembukaan INAPA 2026 & Busworld Southeast Asia 2026, Rabu (20/5/2026). 

Menurut Baki, transformasi industri otomotif Indonesia kini tidak lagi hanya bertumpu pada kendaraan pribadi, tetapi juga bergerak menuju pengembangan ekosistem transportasi publik, kendaraan komersial, logistik, dan mobilitas berkelanjutan.

Baca Juga: Biaya Logistik Tinggi, Pemerataan Industri Dinilai Jadi Solusi

INAPA 2026 menjadi penyelenggaraan ke-15, sementara Busworld Southeast Asia hadir untuk keempat kalinya di Indonesia.

Pameran yang berlangsung pada 20-22 Mei 2026 ini menghadirkan lebih dari 1.500 perusahaan global dan diperkirakan dihadiri lebih dari 45.000 profesional industri dari sektor otomotif, kendaraan listrik, transportasi publik, logistik, aftermarket, hingga kendaraan niaga.

Ajang ini juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran industri terkait, seperti EV & Charging Indonesia, INABIKE, Lube Indonesia, Tyre & Rubber Indonesia, Fastener & Hardware Indonesia, Transport & Logistics Indonesia, Forklift Indonesia, CON-MINE, serta Truck & Trailer Indonesia 2026.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, Mahardi Tunggul Wicaksono, mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan industri otomotif nasional, termasuk sektor kendaraan komersial dan transportasi publik, sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Mahardi, industri kendaraan roda empat nasional saat ini mampu memproduksi lebih dari 1,6 juta unit per tahun dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp163 triliun dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

“Pameran seperti INAPA dan Busworld Southeast Asia menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pelaku teknologi dalam mendorong transformasi industri transportasi nasional yang lebih modern dan berkelanjutan,” paparnya.

Baca Juga: Pameran Industri Selam DRT Show 2026 Diharapkan Jadi Pintu Masuk Investasi

Sementara itu, General Manager Busworld International, Vincent Dewaele, mengatakan industri bus dan transportasi publik global tengah memasuki era transformasi besar yang didorong oleh transisi energi, digitalisasi, urbanisasi, serta meningkatnya kebutuhan terhadap sistem mobilitas berkelanjutan.

“Bus dan coach kini bukan lagi sekadar kendaraan, tetapi telah menjadi instrumen strategis bagi pembangunan ekonomi, konektivitas sosial, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Vincent menilai masa depan mobilitas akan ditentukan oleh kombinasi berbagai solusi transportasi, mulai dari kendaraan listrik, sistem hybrid, hidrogen, bahan bakar alternatif, hingga optimalisasi armada digital dan manajemen energi cerdas.

Menurutnya, Asia Tenggara memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat transformasi transportasi berkelanjutan dunia, termasuk Indonesia yang dinilai menunjukkan ambisi kuat dalam pembangunan infrastruktur, modernisasi transportasi publik, dan transisi energi.

Pameran ini diikuti sejumlah perusahaan nasional dan internasional, seperti PT Adiputro Wirasejati, PT Mekar Armada Jaya, PT Laksana Bus Manufaktur, PT Tentrem Sejahtera, PT Piala Mas Industri, Xiamen Golden Dragon Bus Co., Ltd., PT Hangcha Indonesia Forklift, PT Berca Mandiri Perkasa, serta PT Nusantara Global Autoparts.

Baca Juga: Harapan Duta (HOPE) Optimistis Bisnis Karoseri Tumbuh pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×