kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Gas Natuna Siap Mengalir! Proyek Lapangan Mako Pasok 111 MMSCFD ke PLN EPI


Kamis, 05 Maret 2026 / 17:54 WIB
Gas Natuna Siap Mengalir! Proyek Lapangan Mako Pasok 111 MMSCFD ke PLN EPI


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan tambahan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 10 tahun dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung.

Kepastian tersebut diperoleh setelah proyek gas tersebut resmi mencapai final investment decision (FID).

Lapangan Mako yang dioperatori West Natuna Exploration Limited (WNEL) berlokasi di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter. Persetujuan FID menandai kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan pengembangan penuh.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, persetujuan FID menjadi tonggak penting bagi peningkatan produksi gas nasional.

“Persetujuan FID ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh dalam upaya peningkatan lifting gas nasional,” ujar Djoko dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Schneider Electric Percepat Transisi Energi, Emisi Pelanggan Turun 862 Juta Ton

Menurut Djoko, proyek ini telah melalui proses pengembangan yang cukup panjang sejak penandatanganan kontrak bagi hasil (PSC) pada 2007, penemuan gas pada 2017, persetujuan plan of development (POD) pada 2019, revisi POD pada 2022, hingga penandatanganan perjanjian jual beli gas (PJBG) pada 2025.

Ia berharap Lapangan Mako dapat mulai berproduksi pada 2027 sehingga dapat memperkuat pasokan gas domestik, khususnya dari kawasan Natuna.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyatakan FID Lapangan Mako memastikan pasokan gas sesuai PJBG yang ditandatangani PLN EPI dengan WNEL pada 11 Juli 2025. Kontrak tersebut juga menjadi bagian dari penugasan Menteri ESDM kepada PLN melalui PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping.

Rakhmad mengatakan tambahan pasokan gas ini penting untuk mendukung kebutuhan listrik di Batam dan Sumatra bagian tengah yang terus meningkat.

"Kebutuhan listrik di wilayah ini tumbuh 12%-15% per tahun dan pemenuhannya didominasi oleh pembangkit gas,” ujarnya.

Menurutnya, pasokan gas dari Natuna menjadi semakin krusial seiring menurunnya pasokan gas dari lapangan darat di Sumatra. PLN EPI saat ini juga tengah membangun pipa WNTS–Pemping untuk menyalurkan gas dari Natuna ke sistem kelistrikan Batam.

Baca Juga: Pameran Furnitur IFEX 2026 Resmi Dibuka, Bidik Total Transaksi US$ 1 Miliar

Infrastruktur ini diharapkan membuka akses bagi pasokan gas dari wilayah Natuna ke pasar domestik.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menambahkan pembangunan pipa WNTS–Pemping yang telah dilakukan peletakan batu pertama pada 10 Februari 2026 saat ini terus berjalan sesuai rencana.

Ia menyebut pipa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 dan akan menjadi infrastruktur penting untuk menyalurkan gas dari Natuna ke Batam.

“Pengembangan infrastruktur gas ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung upaya transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×