kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Pengusaha fesyen dan kerajinan keluhkan serbuan produk tiruan dari China


Selasa, 13 Desember 2011 / 16:02 WIB
Apa saja yang harus dihindari dan dilakukan agar kucing tidak stres di rumah.


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pengusaha fesyen dan kerajinan mengeluhkan serbuan produk tiruan asal China yang terus membanjiri pasar domestik.

"Kami andalkan konsumsi pasar domestik jelang Lebaran dan Natal. Itu yang menopang pertumbuhan konsumsi dalam negeri," ungkap Ketua Himpunan Perajin Indonesia (Himpi) Siti Suprapti, Selasa (13/12).

Lihat saja, selama periode Januari-Mei 2011 tercatat impor kerajinan sebesar US$ 186,18 juta yang meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 173,17 juta.

Impor kerajinan itu paling dominan berasal dari China dengan porsi 46,3%. Kontribusi terbesar produk impor yang membanjiri Indonesia berasal dari Hongkong sebesar 11,8% dan Korea Selatan 10,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×