kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pengusaha logistik harus perkuat teknologi pasca wabah virus corona (Covid-19)


Jumat, 17 April 2020 / 21:07 WIB
ILUSTRASI. Angkutan barang. KONTAN/Baihaki/19/2/2019


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

Baca Juga: Kemenhub desak pemda DKI Jakarta tegas ke perusahaan yang beroperasi saat PSBB

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) M Feriadi menyatakan bahwa memang tidak semua pemain logistik tumbuh. Ada yang naik, tapi ada juga yang turun.

"Yang tumbuh karena dia sangat kuat di jaringan distribusi e-commerce. Sementara buat mereka yang mendistribusikan barang korporasi sangat berat. Pegawai korporasi banyak yang work from home, produksi menurun, sehingga otomatis distribusi juga menurun," ungkapnya.

Feriadi mengungkapkan, teknologi sangat berperan dalam mendukung logistik. Pemain-pemain yang menikmati bisnis di masa COVID-19 ini juga salah satunya karena memiliki sistem IT mumpuni. Sehingga bisa terintegrasi dengan industri e-commerce.

Ia meyakini di masa depan orang yang beli online meningkat karena COVID-19. Apalagi skema bisnis belanja online mendukung produk dijual di e-commerce jauh lebih murah dibanding offline. Menurut Feriadi, skema bisnis online ikut mendorong pemain logistik merumuskan biaya pengiriman semakin kompetitif. "Dan karena COVID-19 itu pula kami malah bisa akselerasi skema tersebut dari sekarang," katanya.

Baca Juga: Komite Basel nilai perbankan Indonesia penuhi standar internasional

Sementara Direktur Angkutan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Ahmad Yani menyatakan, terus mendukung sektor logistik lewat berbagai kebijakan. Ia menilai bahwa sektor logistik ini memiliki peran vital di tengah COVID-19.

"Kami yakin proses logistik tidak boleh terganggu. Makanya kami memberikan beberapa relaksasi kebijakan kepada pemain industri logistik. Tapi di satu sisi kami berharap pengusaha logistik juga mulai memikirkan digitalisasi. Apalagi pemain-pemain logistik yang mayoritas beroperasi di darat," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×