kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Periode Ramadan-Lebaran Diproyeksikan Dongkrak Kinerja FOOD pada Kuartal I-2026


Minggu, 22 Februari 2026 / 20:10 WIB
Periode Ramadan-Lebaran Diproyeksikan Dongkrak Kinerja FOOD pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Agustus Sani Nugroho, Direktur Utama Sentra Food (KONTAN/Auriga Agustina)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu pendongkrak kinerja PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) di awal 2026. 

Perseroan memproyeksikan penjualan kuartal I-2026 dapat tumbuh sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai gambaran, penjualan FOOD di kuartal I-2025 tercatat sebesar Rp 21,6 miliar. Pada kuartal I-2026, FOOD menargetkan penjualan sekitar Rp 25 miliar.

Direktur Utama Sentra Food Indonesia, Agustus Sani Nugroho, mengatakan bajwa periode  Ramadan dan Lebaran secara historis memberikan dorongan signifikan terhadap sejumlah produk, terutama olahan daging.

“Berdasarkan data historis, produk daging kebab mencatatkan kenaikan penjualan yang cukup signifikan selama Ramadan dan Lebaran. Beberapa produk lain seperti sosis juga mengalami peningkatan,” ujar Agustus, kepada Kontan.co.id, pada Sabtu (21/2/2026). 

Baca Juga: Sentra Food Indonesia (FOOD) Bidik Pertumbuhan Penjualan 25% di 2026, Ini Strateginya

Perseroan memanfaatkan momentum musiman ini sebagai bekal untuk mencapai target kinerja tahunan. Sepanjang 2026, FOOD membidik pertumbuhan penjualan sekitar 25% dari realisasi 2025 sebesar Rp 95,26 miliar menjadi sekitar Rp 119 miliar.

Manajemen berharap kenaikan penjualan tersebut dapat mendorong perolehan laba dan memperbaiki posisi buku perseroan secara bertahap.

Untuk menopang target bisnis tersebut, FOOD menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) Rp 10 miliar pada 2026. Dana ini dialokasikan Rp 5 miliar untuk penambahan kapasitas produksi, Rp 3,5 miliar untuk modernisasi mesin dan sarana produksi, serta Rp 1,5 miliar untuk peremajaan armada distribusi.

Baca Juga: Fast Food (FAST) Targetkan Cetak Laba di 2026, Begini Strateginya

“Dalam menjaga daya saing di pasar saat ini dan untuk menunjang pencapaian target yang telah ditetapkan, kami memproyeksikan belanja modal pada tahun 2026 senilai Rp 10 miliar,” katanya. 

Dalam menjaga margin di tengah fluktuasi harga bahan baku dan tekanan daya beli, perseroan memperkuat perencanaan produksi, manajemen persediaan, serta memperluas jaringan pemasok agar memiliki fleksibilitas dalam pengadaan bahan baku.

Selain itu, penyesuaian harga jual dilakukan secara terukur guna menjaga keseimbangan antara stabilitas pasokan dan daya beli konsumen.

Baca Juga: Perluas Pasar Lintas Usia, FKS Food (AISA) Perkenalkan Kolaborasi Taro–Pokemon

Selanjutnya: Sentra Food Indonesia (FOOD) Bidik Pertumbuhan Penjualan 25% di 2026, Ini Strateginya

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (23/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×