Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Honda Prospect Motor (HPM) menilai pasar otomotif nasional masih memiliki peluang tumbuh pada semester II 2026, meski sejumlah tantangan seperti daya beli masyarakat, suku bunga, hingga nilai tukar rupiah masih membayangi industri.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, pergerakan pasar otomotif pada semester pertama tahun ini masih ditopang oleh kebutuhan mobilitas masyarakat yang tetap terjaga.
“Kami melihat pergerakan pasar otomotif pada semester pertama masih dipengaruhi oleh kebutuhan mobilitas masyarakat yang tetap ada, didukung oleh aktivitas ekonomi, program penjualan, serta pilihan produk yang semakin beragam di pasar,” ujar Yusak kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: Koperasi Simpan Pinjam Jadi Penopang, Pengamat Terlalu Dini Sebut Kopdes Jadi Raksasa
Meski demikian, ia menilai kondisi pasar masih cukup dinamis sehingga konsumen mempertimbangkan banyak faktor sebelum memutuskan membeli kendaraan.
Memasuki semester kedua, Honda memandang peluang pasar masih tersedia, tetapi pergerakannya diperkirakan tetap dinamis. Menurut Yusak, faktor ekonomi dan politik, baik di dalam negeri maupun global, masih dapat memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen.
Untuk menangkap peluang tersebut, Honda akan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pasar. Salah satunya melalui Honda Brio Satya S CVT yang menyasar pembeli mobil pertama. Selain itu, perseroan juga akan memperluas jaringan dealer di wilayah-wilayah potensial agar lebih dekat dengan konsumen.
Di sisi lain, Yusak mengakui, masih ada sejumlah tantangan yang perlu dicermati industri otomotif, antara lain daya beli masyarakat, tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah, hingga kondisi pembiayaan kendaraan.
“Pembelian mobil merupakan keputusan besar bagi konsumen, sehingga faktor-faktor tersebut tentu berpengaruh terhadap minat dan waktu pembelian mobil,” katanya.
Karena itu, Honda akan terus memantau perkembangan pasar dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen, pasokan, produk, jaringan dealer, serta layanan purna jual guna menjaga keberlanjutan bisnis.
Sebelumnya, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil nasional kembali meningkat pada Juni 2026.
Baca Juga: Peran Satelit Meluas, dari Mendukung Konektivitas hingga Aktivitas Industri
Secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer, penjualan mencapai 77.550 unit pada Juni 2026, naik 12% dibandingkan Mei 2026 yang sebanyak 69.219 unit. Secara tahunan, wholesales juga tumbuh 32,9% dibandingkan Juni 2025.
Sementara itu, penjualan ritel mencapai 74.507 unit atau meningkat 3,6% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, retail sales juga naik 19,6%.
Secara kumulatif sepanjang Januari–Juni 2026, penjualan wholesales mencapai 436.564 unit atau tumbuh 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Adapun penjualan ritel mencapai 433.848 unit atau meningkat 10,5% secara tahunan, menunjukkan permintaan kendaraan di pasar domestik masih terjaga hingga pertengahan tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














