Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lima dekade setelah peluncuran Satelit Palapa A1, teknologi satelit masih menjadi salah satu penopang utama konektivitas Indonesia.
Dari komunikasi antarpulau hingga mendukung layanan pemerintahan, dunia usaha, sektor maritim, penerbangan, dan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), satelit terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Seiring perkembangan teknologi, fungsi satelit semakin meluas. Tidak hanya digunakan untuk layanan telekomunikasi dan penyiaran, kini untuk mendukung konektivitas pemerintahan, dunia usaha, layanan publik, pendidikan, sektor maritim dan penerbangan, hingga menjangkau wilayah yang belum sepenuhnya dilayani jaringan terestrial.
Vice President Corporate Secretary Telkomsat, Fino Arfiantono mengatakan, kebutuhan terhadap layanan satelit juga terus berkembang seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Mendorong Warga Bermigrasi ke Biodiesel B50
Menurutnya, Telkomsat menghadirkan layanan satelit, VSAT, broadband, maritime, broadcast, serta berbagai solusi digital berbasis satelit "Kehadiran layanan tersebut memperkuat peran satelit dalam mendukung aktivitas komunikasi, operasional bisnis, pelayanan publik, serta pemerataan akses informasi di berbagai wilayah Indonesia," ujar Fino, dalam keterangannya, Kamis (9/7)
Menurutnya, perkembangan teknologi juga mendorong pemanfaatan satelit ke bidang yang lebih luas. Seperti earth intelligence, earth observation dan kecerdasan buatan alias artificial intelligence.
Teknologi tersebut untuk penyediaan informasi berbasis data, pemantauan wilayah, dukungan bagi aktivitas industri, hingga membantu proses pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














