kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Permintaan rendah, harga ayam di tingkat peternak kembali turun


Kamis, 23 Juli 2020 / 16:48 WIB
Permintaan rendah, harga ayam di tingkat peternak kembali turun
ILUSTRASI. Harga Ayam Turun: Peternak memeriksa ayam di Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/4). Harga ayam hidup di tingkat peternak anjlok mencapau Rp10.000 per Kilogram, dibawah harga ketentuan pemerintah yang Rp19.000 - Rp21.000 per Kilogram. Hal ini disebabkan stok mel


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga ayam di tingkat peternak di Juli ini kembali turun setelah sempat mengalami kenaikan di Juni lalu.

Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi mengatakan, harga ayam di tingkat peternak saat ini hanya sekitar Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per kg, sementara biaya produksi bisa mencapai Rp 18.000 per kg.

Menurut Sugeng, penurunan harga ini disebabkan permintaan yang lebih rendah. Dia menerangkan, permintaan daging ayam sudah menurun sekitar 30% sejak Maret lalu, sudah ada pula upaya untuk mengurangi supply, namun pengurangan supply belum sesuai dengan permintaan.

Baca Juga: Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham CPIN dan MAIN Layak Dikoleksi?

"Permintaan selama Covid-19 memang dimulai dari Maret, permintaan turun dari biasanya. Otomatis ini kan terjadi penumpukan barang, Supplynya juga diturunkan, tetapi kurang banyak," ujar Sugeng kepada Kontan.co.id, Kamis (23/7).

Menurut Sugeng, produksi daging ayam sudah diturunkan dari 60 juta - 65 juta ekor per minggu menjadi sekitar 47 juta ekor per minggu. Namun, menurutnya permintaan ayam hidup hanya sekitar 43 juta hingga 45 juta ekor.

Juni lalu, harga ayam di tingkat peternak sempat menyentuh Rp 22.000 per kg, sementara di Maret lalu harga ayam sempat anjlok hingga Rp 10.000 per kg. Dia tak menampik ada kemungkinan harga ayam di Juli ini bisa kembali  mencapai Rp 10.000 bila tak ada perbaikan.

Karena itu, Sugeng pun berharap ada kesinambungan antara pasokan dan permintaan DOC hingga daging ayam.  Apalagi menurut Sugeng, sejak Januari hingga Juli tahun ini pun peternak masih mengalami kerugian.

Menurut Sugeng, saat ini peternak pun tengah menunggu perusahaan besar yang memiliki fasilitas cold storage maupun rumah potong ayam agar memaksimalkan penyerapannya.

Sugeng berpendapat, saat ini posisi cold storage tidak penuh, sehingga masih ada kesempatan untuk meningkatkan serapan ayam dari peternak.

Baca Juga: Harga pangan mulai stabil, IKAPPI: Daya beli masyarakat turun

"Ini karena dari supply-nya yang bisa diatur.  kalau tidak punya kemampuan mengatur, kalau sudah diproduksi,  demand-nya itu-itu saja kan harus ada tindakan di sisi hilirnya," lanjut Sugeng.

Dia juga berharap pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) bisa mengatur supply. Dia berpendapat, bila harga terus menurun  maka bukan tidak mungkin peternak budidaya akan menutup usahanya.

Adapun, harga daging ayam di tingkat konsumen saat ini berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) hingga 23 Juli  sebesar Rp 33.000 per kg, di mana pada tanggal 7 Juli harga daging ayam masih berkisar Rp 39.400 per kg dan terus mengalami penurunan setelahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×