kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Perpadi: Harga gabah naik karena saat ini memasuki masa panen kemarau


Rabu, 29 Agustus 2018 / 22:55 WIB
Perpadi: Harga gabah naik karena saat ini memasuki masa panen kemarau
ILUSTRASI. Ketua Perpadi Sutarto Alimoeso


Reporter: Annisa Maulida | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) mengatakan harga gabah naik karena saat ini sudah memasuki masa panen kemarau atau panen kedua.

Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso, mengatakan bahwa harga gabah di pulau Jawa saat ini sudah naik sekitar Rp 5.300 per kg. "Kenaikan tersebut disebabkan karena sekarang memasuki masa panen kedua dan gabah yang dihasilkan berkualitas lebih baik dari pada masa panen sebelumnya," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (29/8).

Penentuan harga beras ditentukan berdasarkan harga saat keluar dari penggilingan. Untuk harga beras di tingkat medium saat ini sekitar Rp 9.450 per kg dan saat di penggilingan harga dibawah Rp 9.000.

"Sedangkan untuk beras kelas premium di pulau Jawa sekitar Rp 12.800 dan sampai saat ini penggilingan masih sanggup untuk mencapai harga tersebut," ujar Sutarto.

Sutarto menjelaskan, beras di penggilingan saat ini belum bisa dikatakan stabil karena harga gabah naik ataupun belum bisa dikatakan naik secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×