kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Pertamina ancam pecat pegawai bermain Pokemon


Selasa, 26 Juli 2016 / 09:44 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

PRABUMULIH. PT Pertamina Asset 2 Prabumulih, Sumatera Selatan, melarang areanya dijadikan lokasi bermain game Pokemon GO.

Larangan ini berlaku tidak hanya bagi pegawainya, tetapi juga untuk keluarga pegawai dan orang luar yang hendak mencari monster Pokemon di wilayah Pertamina Asset 2 Prabumulih.

Manajer Keselamatan Kerja, Kesehatan, Keamanan dan Lingkungan PT Pertamina Asset 2 Prabumulih, Asmudin mengatakan, sudah ada edaran dari Pertamina Corporate mengenai larangan bermain game Pokemon GO di wilayah Pertamina di seluruh Indonesia yang masuk kategori objek vital tersebut.

Larangan tidak hanya pegawai permanen tetapi juga bagi pegawai kontrak atau outsourcing. Alasan larangan, jelas Asmudin, selain dapat mengganggu kinerja juga karena di titik tertentu seperti di lokasi stasiun pengumpul (SP), bermain Pokemon GO sangat berbahaya. Sebab di lokasi tersebut tidak boleh ada sumber panas.

“Sementara telepon genggam sebagai sarana bermain Pokemon GO merupakan salah satu sumber panas,” katanya.

Larangan juga diberlakukan di area perumahan pegawai karena sudah ada cerita terjadinya kecelakaan akibat dari bermain Pokemon Go.

Asmudin menambahkan, sanksi bagi yang melanggar larangan tersebut berupa sanksi indispliner hingga pemecatan. Terutama jika ketahuan bermain di lokasi stasiun pengumpul yang sangat berbahaya dan sangat terlarang membawa telepon seluler.

“Bisa sampai pemecatan jika membawa telepon seluler masuk ke area stasiun pengumpul yang sangat berbahaya,” tegasnya. (Kontributor Ogan Komering Ilir, Amriza Nursatria)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×