kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

PGN Masih Selektif Kucurkan Capex, Belanjakan US$ 31,33 Juta pada Kuartal I-2026


Senin, 27 April 2026 / 16:43 WIB
PGN Masih Selektif Kucurkan Capex, Belanjakan US$ 31,33 Juta pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. PGN - kontan native online (PGN/NATIVE)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) tampak masih selektif dalam mengucurkan belanja modal alias capital expenditure (capex) pada awal tahun ini. Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), realisasi capex emiten bersandi saham PGAS ini baru sebesar US$ 31,33 juta.

Realisasi capex PGAS pada kuartal I-2026 tersebut mayoritas dialokasikan untuk segmen eksplorasi dan produksi minyak dan gas (migas), yakni sebesar US$ 17,53 juta. Selain itu, PGAS mengucurkan capex US$ 13,26 juta untuk segmen niaga dan transmisi, serta belanja sebesar US$ 529.422 untuk operasi lainnya.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengungkapkan realisasi capex PGAS antara lain digunakan untuk kelanjutan investasi pipa minyak Cikampek - Plumpang dan jaringan gas (jargas). PGAS menyiapkan capex sejalan dengan strategi bisnis pada tahun 2026 yang difokuskan pada penguatan fundamental bisnis mencakup keandalan infrastruktur dan penyaluran, pengamanan pasokan, efisiensi dan disiplin keuangan.

Baca Juga: Investasi Manufaktur Capai Rp 418,62 Triliun, Ekonom: Belum Ada Tanda Perbaikan Nyata

Di samping itu, PGAS juga terus melakukan pengembangan jargas, Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG), dengan fokus pada penguatan fleksibilitas pasokan dan keandalan penyaluran gas domestik. "Dari sisi outlook bisnis, PGN tetap mengedepankan pendekatan prudent dan terukur, berfokus pada stabilitas kinerja, kualitas profitabilitas, dan keberlanjutan arus kas," ungkap Fajriyah saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Manajemen PGAS sebelumnya menyampaikan akan menyiapkan capex sebesar US$ 353 juta pada tahun 2026. Dus, realisasi capex senilai US$ 31,33 juta pada kuartal I-2026 baru sekitar 8,87% dibandingkan rencana capex PGAS di sepanjang tahun ini.

Rencananya, PGAS akan mengalokasikan capex sebesar US$ 219 juta untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi, baik pipeline maupun beyond pipeline seperti CNG dan LNG. Beberapa proyek prioritas PGAS meliputi customer attachment, perluasan jargas rumah tangga di wilayah Sumatera dan Jawa, pembangunan Pipa Cikampek-Plumpang dan perpanjangan Pipa Sei Mangkei, serta pengembangan terminal regasifikasi.

Selain itu, PGAS juga melanjutkan pengembangan low carbon business sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang, termasuk inisiatif biomethane. Sedangkan di sisi hulu, PGAS mengalokasikan capex sebesar US$ 134 juta untuk mengoptimalkan kinerja eksplorasi dan peningkatan lifting migas.

Program utama di sisi hulu mencakup kegiatan pengeboran (drilling) di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken, perpanjangan kontrak kerja sama (KKKS) di WK Pangkah, serta pelaksanaan survei dan pemrosesan seismik 3D. 

Laba Tumbuh Meski Pendapatan Susut

Secara kinerja, PGAS meraih laba bersih senilai US$ 90,44 juta pada tiga bulan pertama tahun 2026. Keuntungan sub holding gas Pertamina ini tumbuh 45,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year on year (yoy).

Sebagai perbandingan, PGAS membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 62,01 juta pada kuartal I-2025. Pertumbuhan laba bersih ini justru terjadi ketika pendapatan PGAS menyusut 3,82% (yoy) dari US$ 966,56 juta menjadi US$ 929,56 juta sampai dengan Maret 2026.

Direktur Keuangan PGN Catur Dermawan mengungkapkan bahwa pertumbuhan laba bersih PGAS terutama ditopang oleh peningkatan laba kotor, seiring dengan penurunan beban pokok pendapatan. PGAS juga mencatat perbaikan dari sisi beban keuangan dan selisih kurs.

Merujuk laporan keuangan yang rilis di BEI pada akhir pekan lalu, beban pokok pendapatan PGAS turun 6,58% (yoy) menjadi US$ 771,59 juta. Hasil ini mendongkrak perolehan laba bruto PGAS sebanyak 12,33% (yoy) dari US$ 140,61 juta menjadi US$ 157,96 juta pada kuartal I-2026.

Sedangkan beban keuangan PGAS terpangkas 25,71% (yoy) menjadi US$ 13,69 juta. Rugi selisih kurs pun menurun secara signifikan sebanyak 91,92% (yoy) dari US$ 20,05 juta menjadi hanya US$ 1,62 juta. 

Catur menambahkan, pendapatan PGAS tetap ditopang oleh core business niaga dan infrastruktur gas bumi. Menurut Catur, bisnis inti PGAS tetap kuat di tengah dinamika operasional, termasuk dengan tidak adanya penjualan LNG pada segmen trading internasional pada periode kuartal I-2026.

Hasil ini mencerminkan kemampuan PGAS menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional, disiplin keuangan, dan portofolio bisnis yang seimbang. Catur menambahkan, model bisnis yang berbasis pada ekosistem domestik menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kinerja PGAS.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik,” tutur Catur melalui keterangan tertulis  pada Senin (27/4/2026).

Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi PGAS tercatat sebesar 777 billion british thermal unit per day (BBTUD), dengan volume transmisi gas mencapai 1.539 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Pengelolaan penyaluran gas dilakukan secara optimal dengan fokus utama pada menjaga kontinuitas pasokan gas kepada pelanggan di tengah dinamika kondisi makro maupun global.

Keandalan infrastruktur PGN tetap terjaga pada level 99,9%, menopang layanan kepada lebih dari 825.000 pelanggan di seluruh Indonesia. Terdiri dari 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.

Catur melanjutkan, PGAS menjaga fleksibilitas pasokan melalui pemanfaatan LNG secara terukur sebagai bagian dari pengelolaan sistem distribusi. LNG dimanfaatkan sebagai pelengkap pasokan untuk memastikan keberlanjutan layanan, khususnya di wilayah yang mengalami dinamika pasokan.

Volume jasa regasifikasi tercatat sebesar 115 BBTUD melalui Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung, serta 148 BBTUD melalui fasilitas LNG Arun dan 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat. Seluruh fasilitas tersebut dikelola secara terintegrasi untuk menjaga keandalan sistem distribusi gas bumi nasional.

Baca Juga: ELPI Genjot Capex hingga Rp1,5 Triliun, Ekspansi Armada Dikebut pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×