kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

PHRI ajukan rekomendasi kepada pemerintah untuk selamatkan bisnis akibat wabah corona


Jumat, 17 April 2020 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Budi Santoso Sukamdani KONTAN/Jane


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

Kartu Prakerja juga disarankan oleh PHRI agar dapat difungsikan dalam bentuk insentif tunai untuk mengurangi beban pekerja yang dirumahkan atau terkena PHK.

Tak hanya itu, PHRI juga berharap ketentuan minimum penggunaan listrik PLN dihilangkan. Saat ini, minimum penggunaan listrik industri adalah 40 jam bahkan beberapa industri minimum mencapai 230 jam per bulan. PHRI juga meminta harga listrik per kWh diturunkan mengingat harga minyak dan gas dunia sedang dalam tren menurun.

Terakhir, PHRI meminta adanya dukungan penuh dari perbankan, leasing, dan lembaga jasa keuangan lainnya terkait POJK No 11 Tahun 2020 tentang penjadwalan atau restrukturisasi utang usaha hotel dan restoran pada perbankan dan lembaga keuangan.

Wakil Ketua Umum PHRI Maulana Yusran menyebut, pihaknya berharap agar rekomendasi-rekomendasi tadi bisa diwujudkan oleh pemerintah meski dalam kondisi sulit seperti ini. Sebab, bisnis hotel dan restoran yang erat kaitannya dengan industri pariwisata menghadapi pukulan berat selama masa pandemi Corona berlangsung.

Baca Juga: Industri pariwisata terpukul wabah corona, ini yang diminta PHRI

Lihat saja, hingga 5 April lalu, sudah ada 1.642 hotel di 31 provinsi Indonesia yang ditutup akibat penyebaran virus Corona.

Meski ditutup, pelaku usaha hotel tetap harus menanggung sejumlah biaya pengeluaran, seperti biaya perawatan, tagihan listrik, tagihan air, dan sebagainya. Di sisi lain, pendapatan mereka sudah dipastikan berkurang drastis.  “Yang jadi masalah, kekuatan dana pelaku usaha hanya bisa sampai beberapa bulan saja. Kami tidak akan kuat selamanya,” ungkap dia ketika dihubungi Kontan, Jumat (17/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×