kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Pintu ekspor kayu log tetap tertutup


Selasa, 06 Oktober 2015 / 14:00 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah tetap membuka pintu ekspor pulp wood, sementara pintu ekspor log tetap tertutup sebagai bagian dari kebijakan tentang ekspor-impor kayu yang saat ini sedang dalam penyederhanaan.

"Untuk pulp, tetap akan kami buka. Sebaliknya, untuk ekspor log akan tetap tertutup," kata Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan Nurlaila Nur Muhammad, Senin (5/10) kemarin.

Saat ini, Kementerian Perdagangan tengah melakukan penyederhanaan yang drastis pada proses perizinan dan peraturan serta pengaturan impor dan ekspor untuk mengembalikan kepercayaan investor kepada negara.

Sementara itu, Ian Hilman dari Eyes of Forest Riau menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk membuka ekspor log karena pengawasan pemerintah di sektor hulu masih sangat lemah.

"Jika ekspor log dibuka, pembalakan liar (illegal logging) jilid dua akan berlanjut. Apalagi, saat ini ada banyak potensi kayu log yang berasal dari konversi lahan atau pembukaan lahan baru berpotensi diselewengkan," katanya.

Ia menambahkan bahwa pasokan kayu log sebaiknya dialokasikan untuk industri domestik, apalagi saat ini pertumbuhan industri pengolahan kayu domestik masih relatif sangat besar.

Penerapan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) juga akan menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ini.

"Kebijakan Kementerian Perdagangan untuk tidak membuka ekspor log sangat tepat dan mendukung pertumbuhan industri dalam negeri," katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto menyatakan bahwa kebijakan menggenjot ekspor kayu log belum relevan lantaran industri pengolahan dalam negeri masih membutuhkan bahan baku kayu log.

Menurut dia, Kemenperin melihat ada peluang besar mengembangkan industri pengolahan kayu di dalam negeri, apalagi sektor ini menyerap banyak tenaga kerja, termasuk di daerah. Misalnya, industri pembuatan furnitur dan mebel yang mampu menyerap tenaga kerja relatif sangat tinggi.

"Fokus pemerintah saat ini adalah mendorong nilai tambah mulai dari hilir. Jadi, apabila ekspor log dibuka, Kemenperin mengkhawatirkan kondisi industri pengolahan dalam negeri yang berpotensi tersendat kembali," katanya, belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×