kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PLN Minta Pengurangan Porsi


Rabu, 24 Maret 2010 / 13:29 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Test Test


JAKARTA. PT PLN (Persero) meminta kepada pemerintah untuk menurunkan porsi PLN dalam proyek 10.000 mega watt (MW) tahap II. PLN berkeinginan supaya porsi PLN untuk program 10.000 mw tahap II berkurang hingga 300 MW. Tadinya, pemerintah menetapkan porsi PLN dari 5.118 MW menjadi 4.818 MW.

"Pada proyek 10.000 MW tahap II, kami ingin supaya IPP mengambil bagian sebesar 52,5% dan PLTP mendominasi jenis pembangkitan dengan 40%," ujar Direktur Bisnis dan Manajemen Resiko, PT PLN (Persero), Murtaqi Syamsudin, Rabu (24/3).

Menurut Murtaqi, untuk penambahan kapasitas pembangkitan tidak mungkin dilaksanakan sendiri oleh PLN sehingga PLN harus mengundang kerjasama dengan investor IPP untuk ikut menambah kapasitas.

Berdasarkan rencana umum ketenagalistrikan, Murtaqi mengatakan, akan ada tambahan 30 Gigawatt (GW) untuk porsi IPP pada tahun 2015. Pada tahun 2008, kapasitas pembangkitan yang terpasang sebesar 29,4 GW dengan porsi IPP sebesar 4,1 GW dan PLN sebesar 25,3 GW. "Pada tahun 2015, diharapkan kapasitas pembangkit mencapai 59,4 GW dengan rincian ipp sebesar 17,1 gw GW dan PLN sebesar 42,3 GW," kata Murtaqi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×