Reporter: Juwita Aldiani | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. PT PLN (Persero) melakukan perataan tanah (land clearing) di desa Idanoi, Kepulauan Nias. Perataan tanah ini dilakukan untuk menyediakan lahan bagi 16 unit genset yang dikirim dari Langsa, Aceh.
Dalam menyediakan lahan ini, PLN bekerjasama dengan TNI, Kepolisian, dan juga tokoh masyarakat setempat. Hingga saat ini (08/04), perataan tanah telah berjalan dengan baik karena didukung oleh berbagai pihak.
Genset-genset dengan total daya mampu sekitar 12 megawatt (MW) ini dibawa dengan 23 kontainer yang bergerak dari Langsa menuju Sibolga, untuk selanjutnya dibawa ke Nias melalui jalur laut.
“Semoga dengan kesiapan lahan yang disediakan, genset dari Langsa nanti dapat beroperasi secepatnya. Rombongan kontainer ini sendiri diharapkan dapat tiba di Nias mulai Sabtu besok secara bertahap,” ungkap Manager Senior Public Relations, Agung Murdifi dalam siaran pers yang diterima KONTAN pada Jumat (8/4).
Sebelumnya, defisit listrik di Kepulauan Nias yang berlangsung sejak Jumat malam (1/4) terjadi karena dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Sewa 2 x 10 MW di Nias berhenti beroperasi.
Hal ini akibat dari penyedia jasa sewa PLTD Nias melakukan pemutusan sepihak secara tiba-tiba, yakni 2 hari sebelum jatuh tempo. Seharusnya dalam kontrak, pemberitahuan pemutusan kerjasama dilakukan dua bulan sebelum jatuh tempo.
Dengan tidak beroperasinya PLTD Sewa ini, PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir.
"Kami juga mohon doa dan dukungan masyarakat agar krisis listrik di Nias bisa cepat teratasi," ungkap Agung.
Untuk mengatasi krisis listrik di Nias, ke depannya PLN bekerja sama dengan PLN Batam sebagai IPP (Independent Power Producer) untuk membangun PLTMG berkapasitas 25.000 kW di Desa Idanoi.
Hingga saat ini, daya mampu Pulau Nias sebesar 8 MW, diantaranya berasal dari PLTD Moawo (1,8 MW), PLTD Teluk Dalam (4,2 MW), dan 28 genset (2 MW).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News