kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Produksi gula nasional naik tipis 2,58 juta ton


Senin, 15 Desember 2014 / 21:04 WIB
ILUSTRASI. Kantor pusat Bank Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Tahun ini, produksi gula nasional naik tipis. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat produksi gula nasional mencapai 2,58 juta ton naik dari 2,55 juta ton.

Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan mengaku cukup puas dengan hasil produksi gula tahun ini. Meskipun kenaikannya terbilang tipis.

Sebagaimana diketahui, produksi gula dihitung berdasarkan ramalan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pada masa normal, perubahan cuaca tidak menguntungkan bagi produksi tebu.

Disisi lain pembubaran Dewan Gula  Indonesia (DGI) yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan lalu dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 176 tahun 2014 tentang Pembubaran 10 Lembaga Nonstruktural. Diyakini Kementan tidak akan banyak berpengaruh.

"Sudah ada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Jadi memang harusnya bubar. Seharusnya pembubarannya sudah dilakukan sejak dulu," kata Gamal pada Senin (15/12).

Gamal yakin kalau pembubaran DGI tidak banyak berpengaruh atas persoalan gula nasional selama ini. Ia hanya mengatakan, peran DGI akan digantikan oleh Menteri Pertanian yang berkoordinasi langsung dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sehingga kewenangan seluruhnya akan berada di pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×