kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Produksi terbatas, harga minyak nilam tembus US$ 55/kg


Rabu, 27 Oktober 2010 / 12:40 WIB
ILUSTRASI. Logo PT Telekomunikasi Indonesia


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Produksi minyak nilam yang terbatas membikin harga minyak nilam melambung. Harga minyak nilam saat ini menyentuh US$ 50-55 per kilogram.

Togar R. Manurung, Ketua Ketua Umum Asosiasi Minyak Atsiri Indonesia menjelaskan, biasanya harga minyak nilam itu paling tinggi hanya mencapai US$ 25 per kg, namun kali ini harganya sudah melonjak. Sayangnya, tingginya harga minyak nilam sulit dimanfaatkan oleh petani nilam karena produksi minyak nilam yang terbabat akibat cuaca yang merusak daun nilam. "Harga tinggi barangnya tidak tersedia," terang Togar di Jakarta, di Jakarta, Rabu (27/10).

Togar memperkirakan tahun ini ekspor minyak nilam akan menyusut 50% dari rata-rata ekspor selama setahun yang biasanya mencapai 1500 ton. Dari segi nilai, Togar memprediksi untuk ekspor minyak atsiri secara keseluruhan hanya akan mencapai US$ 100 juta. "Ekspor terbesar kami adalah ke Eropa dan juga Amerika Serikat," jelasnya.

Realisasi ekspor minyak atsiri tahun 2009 lalu sempat mengalami kemunduran karena rendahnya harga jual. Akibatnya ekspor minyak atsiri sebanyak 4,5 ton hanya menggaet nilai US$ 90 juta. Tahun 2008, volume ekspor minyak atsiri mencapai 4,3 ton dengan nilai US$ 147 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×