Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) (Persero) memperluas kemitraan dengan petani di Desa Ajong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk memperkuat pasokan tembakau bawah naungan (TBN) premium yang dipasarkan ke berbagai negara.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, skema kemitraan tersebut dilakukan dengan menyewa lahan milik petani untuk budidaya tembakau ekspor. Melalui pola tersebut, petani memperoleh pendapatan dari uang sewa lahan sekaligus tetap dilibatkan dalam proses budidaya sehingga mendapatkan upah kerja.
"Kolaborasi agribisnis di Ajong, Jember ini dirancang sebagai model bisnis yang inklusif sekaligus berkelanjutan. Petani memperoleh uang sewa di depan sekaligus tetap bekerja mengelola lahannya," ujar Abdul Rivai dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: PTPN I Tanam Tembakau 500 Hektare Seiring Meningkatnya Permintaan Internasional
Dalam konteks kemitraan ini, PTPN I menggandeng para petani yang biasanya menanam padi atau palawija untuk ikut serta dalam rantai pasok tembakau dunia melalui model bisnis yang berkelanjutan.
Dus, petani yang sebelumnya menerapkan budidaya tradisional bisa menyerap pengetahuan dan pengalaman langsung dari model pertanian modern, yakni smart farming berbasis science farming.
Menurutnya, pola kemitraan tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pasokan tembakau premium yang permintaannya masih tinggi di pasar internasional.
Baca Juga: Produk Teh PTPN I Ekspansi ke Inggris, Bidik Pasar Premium Global
Pasalnya, komoditas emas hijau ini disebut terus menjadi incaran pembeli global, mulai dari pasar Asia, Eropa, hingga Amerika Latin.
Ke depan, perusahaan memproyeksikan skema kemitraan tersebut dapat menjadi model pengembangan agribisnis yang diterapkan di wilayah lain secara nasional, sekaligus semakin meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca Juga: Danantara Tunjuk PTPN I Membangun Pabrik Kelapa dan Pala Rp 640 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














