kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.203   18,00   0,10%
  • IDX 5.172   -93,78   -1,78%
  • KOMPAS100 668   -14,26   -2,09%
  • LQ45 525   -8,08   -1,52%
  • ISSI 174   -4,66   -2,60%
  • IDX30 295   -4,42   -1,48%
  • IDXHIDIV20 394   -4,98   -1,25%
  • IDX80 77   -1,68   -2,13%
  • IDXV30 109   -2,15   -1,94%
  • IDXQ30 99   -1,19   -1,18%

Rencana datangkan Boeing 737 Max 8, Sriwijaya tunggu restu pemerintah


Senin, 11 Maret 2019 / 17:19 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sriwijaya Air saat ini masih menunggu restu dari pemerintah terkait rencana perusahaan itu untuk menambah armada Boeing 737 max 8. Manajemen mengaku tahun ini akan mendatangkan 2 unit armada kalau pemerintah memberikan lampu hijau.

Joseph Saul, Direktur Utama Sriwijaya Air menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya tidak mengoperasikan armada Boeing 737-Max 8. Namun perusahaan sudah melakukan pemesanan terhadap unit tersebut yang akan datang pada tahun ini.

"Memang kan kami rencana datangkan, sudah 2 unit mau datang ya bulan-bulan depan dan 1 unit tahun depan jadi ada 3 unit," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (11/3).

Namun dirinya mengatakan rencana tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah. Asal tahu saja, pemerintah Tiongkok telah menangguhkan operasional Boeing 737-Max 8 akibat kecelakaan di Ethiopia. 

Menurut Joseph, rencana penambahan armada tersebut saat ini bergantung terhadap izin pemerintah. Bila restu didapatkan, maka rencana mendatangkan armada tersebut akan sesuai jadwal.

"Saya cuma bilang, kami ikut apa kata pemerintah. Kalau di China itu kan yang boikot pemerintahnya jadi airline ikut saja. Disini juga regulator yang tentukan, kami hanya menerbangkan pesawat sesuai prosedur saja," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×