kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Rencana datangkan Boeing 737 Max 8, Sriwijaya tunggu restu pemerintah


Senin, 11 Maret 2019 / 17:19 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sriwijaya Air saat ini masih menunggu restu dari pemerintah terkait rencana perusahaan itu untuk menambah armada Boeing 737 max 8. Manajemen mengaku tahun ini akan mendatangkan 2 unit armada kalau pemerintah memberikan lampu hijau.

Joseph Saul, Direktur Utama Sriwijaya Air menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya tidak mengoperasikan armada Boeing 737-Max 8. Namun perusahaan sudah melakukan pemesanan terhadap unit tersebut yang akan datang pada tahun ini.

"Memang kan kami rencana datangkan, sudah 2 unit mau datang ya bulan-bulan depan dan 1 unit tahun depan jadi ada 3 unit," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (11/3).

Namun dirinya mengatakan rencana tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah. Asal tahu saja, pemerintah Tiongkok telah menangguhkan operasional Boeing 737-Max 8 akibat kecelakaan di Ethiopia. 

Menurut Joseph, rencana penambahan armada tersebut saat ini bergantung terhadap izin pemerintah. Bila restu didapatkan, maka rencana mendatangkan armada tersebut akan sesuai jadwal.

"Saya cuma bilang, kami ikut apa kata pemerintah. Kalau di China itu kan yang boikot pemerintahnya jadi airline ikut saja. Disini juga regulator yang tentukan, kami hanya menerbangkan pesawat sesuai prosedur saja," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×