kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.629   76,00   0,43%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rencana pembebasan BM kakao masih pro dan kontra


Jumat, 20 Juni 2014 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. Film Korea Soulmate, dibintangi Kim Da Mi, Jeon So Nee, dan Byeon Woo Seok kisahkan kisah persahabatan dan juga cinta remaja.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) akui rencana penghapusan Bea Masuk (BM) biji kakao masih banyak pro dan kontra. Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan mengatakan, saat ini yang paling penting ada peningkatan produksi biji kakao dari dalam negeri.

"BK itu lebih secondary, kebijakan utamanya adalah peningkatan produksi dan produktivitas. Belum kita putuskan apakah mau kita harus hapus atau tidak, yang penting proyeksi peningkatan produksi biji dalam negeri," kata Bayu, Jumat (20/6).

Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri mengharap agar pasokan biji kakao untuk kebutuhan industri dimaksimalkan dari produksi dalam negeri. Salah satu opsi yang direkomendasikan oleh Kementan adalah dengan peningkatan Bea Keluar (BK).

Suswono Menteri Pertanian mengatakan, langkah untuk tidak menggantungkan pasokan biji kakao dari luar negeri dengan membebaskan Bea Masuk (BM) tersebut lantaran masih adanya ekspor biji kakao dari Indonesia yang mendekati 200.000 ton pada tahun lalu.

"Kalau diperlukan, bahan baku yang masih diekspor tidak mustahil (dinaikkan BK). Asal petani tidak tertekan harganya, tidak masalah. Kecuali untuk yang sudah terikat kontrak," kata Suswono, belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×