Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) menargetkan penjualan batubara sebesar 1,45 juta ton pada 2026, meski perusahaan hanya memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 1,05 juta ton tahun ini.
Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk, Khoirudin mengungkapkan, target penjualan tersebut akan ditopang oleh stok batubara yang tersisa dari tahun sebelumnya.
"Pemerintah melakukan pembatasan RKAB awal tahun ini yang kemudian diimplementasikan kepada semua perusahaan pertambangan, termasuk kami di mana kami kemudian disetujui sebesar 1.050.000 ton untuk tahun 2026. Tapi syukurnya kita untuk tahun ini kita merencanakan untuk melakukan penjualan sebesar 1.450.000 ton, di mana pada akhir tahun 2025 kita mempunyai cukup stok untuk kita bisa melakukan penjualan," ujar Khoirudin dalam Paparan Publik di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Lebih lanjut, Mitrabara menilai kondisi harga batubara pada 2026 lebih baik dibandingkan tahun lalu sehingga diharapkan dapat menopang kinerja perusahaan.
Baca Juga: Cadangan Batubara Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara (MBAP) Siap Akuisisi Tambang Baru
Khoirudin menyebut, harga rata-rata batubara perusahaan pada 2025 hanya sekitar US$ 81 per ton. Sementara tahun ini harga dinilai berada di level yang lebih tinggi.
“Kalau kita bandingkan dari harga rata-rata tahun lalu itu cukup rendah sekitar US$ 81 per ton, sementara untuk harga tahun ini harganya jauh di atas itu,” ujarnya.
Di sisi lain, perusahaan menilai pembatasan RKAB menjadi salah satu tantangan utama industri batu bara saat ini.
Direktur PT Mitrabara Adiperdana Tbk Dani Prastiadi mengatakan, selain kondisi geopolitik global, tantangan industri batubara juga datang dari regulasi pemerintah.
Baca Juga: Dirjen Minerba: Produksi Batubara Tembus 229 Juta Ton per April 2026
"Tantangan lain justru saat ini datang dari regulasi internal atau pemerintah seperti DHE, bea ekspor, penerapan B50, dan pembatasan produksi terkait persetujuan RKAB," ujar Dani.
Meski demikian, Mitrabara tetap optimistis dapat menjaga keberlanjutan bisnis pertambangan. Perusahaan bahkan tengah menjajaki peluang tambang baru melalui skema akuisisi maupun kerja sama untuk memperpanjang umur produksi perusahaan.
Baca Juga: HBA Batubara Periode Kedua Mei 2026 Naik, Kalori Tinggi Tembus US$ 116,32 per Ton
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













