kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Cadangan Batubara Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara (MBAP) Siap Akuisisi Tambang Baru


Rabu, 20 Mei 2026 / 18:38 WIB
Cadangan Batubara Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara (MBAP) Siap Akuisisi Tambang Baru
ILUSTRASI. Pertambangan batubara PT Mitrabara Adiperdana Tbk (Dok/MBAP)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) membuka peluang untuk mengakuisisi tambang baru seiring menipisnya cadangan batubara yang tersisa sekitar 3 juta ton. Langkah ini disiapkan untuk menjaga keberlanjutan produksi setelah tambang existing diperkirakan beroperasi hingga 2028.

Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk Khoirudin mengungkapkan, saat ini perusahaan memperkirakan sisa cadangan batubara berada di kisaran 3 juta ton. Dengan cadangan tersebut, kegiatan penambangan direncanakan berlangsung hingga 2028.

"Saat ini Mitrabara memperkirakan sisa cadangan adalah kurang lebih 3 juta ton, di mana dari sisa cadangan 3 juta ton ini kita berencana untuk melakukan penambangan sampai dengan tahun 2028," ujar Khoirudin dalam Paparan Publik di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Mitrabara Adiperdana (MBAP) Siapkan Belanja Modal US$ 105 Juta pada 2026

Pada 2026, perusahaan memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 1,05 juta ton. Namun, perusahaan menargetkan penjualan mencapai 1,45 juta ton dengan memanfaatkan stok batubara yang tersisa dari tahun sebelumnya. 

Khoirudin mengatakan, kondisi harga batubara tahun ini yang lebih baik dibandingkan tahun lalu diharapkan dapat memberikan sentimen positif terhadap kinerja penjualan perusahaan.

"Kalau kita bandingkan dari harga rata-rata tahun lalu itu cukup rendah sekitar US$ 81 per ton, sementara untuk harga tahun ini harganya jauh di atas itu gitu," katanya.

Untuk menjaga kesinambungan bisnis pertambangan, Mitrabara tengah menjajaki peluang akuisisi tambang baru melalui anak usaha perusahaan di sektor pertambangan.

"Kita memiliki anak usaha di sektor pertambangan yang kemudian kita jadikan vehicles untuk kemudian mencari tambang-tambang baru dalam bentuk akuisisi atau bentuk kerja sama di kemudian hari," ujar Khoirudin.

Sementara itu, Direktur PT Mitrabara Adiperdana Tbk Helmy Paramaditya menambahkan, proses penjajakan tambang baru tersebut sudah memasuki tahap akhir. Namun, perusahaan belum dapat membuka detail proyek yang sedang dibidik.

Baca Juga: Cisadane Sawit (CSRA) Yakin Prospek Industri Sawit, Meski Tertekan Beban Operasi

"Untuk pengembangan usaha Mitrabara sendiri di bidang pertambangan saat ini kami sedang ada potensi memang namun untuk tahapannya belum kami bisa bagikan di sini tapi untuk tahapannya sudah sudah hampir akhir jadi ketika nanti sudah bisa kami publikasikan nanti akan kami sampaikan," kata Helmy. 

Menurut dia, akuisisi tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan perusahaan ke depan, di tengah strategi diversifikasi usaha yang juga dijalankan perusahaan.

Selain memperkuat bisnis pertambangan, Mitrabara juga mengembangkan bisnis non batubara melalui energi baru terbarukan, jasa pertambangan, dan agroindustri. Perusahaan bahkan tengah membangun pabrik wood pellet di Kalimantan Utara yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir kuartal II atau awal kuartal III 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×