kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

RNI siap terjun di bisnis bawang dan kedelai


Rabu, 20 Maret 2013 / 15:57 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan (8/10) ditutup menguat 65,37 poin (1,02 persen) di level 6.481,77. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan ikut nimbrung di bisnis bawang dan kacang kedelai. Untuk bisnis baru ini, RNI berencana mempersiapkan dana Rp 1,75 triliun.

"Ini upaya RNI membantu pemerintah menstabilkan harga bawang putih dan kedelai," ujar Ismed Hasan Putro, Direktur Utama RNI kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (20/3). Mengenai sumber dana tersebut, Ismed bilang pihaknya bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Ismed menjelaskan, dana akan dipergunakan untuk membeli bawang putih dan kacang kedelai di tingkat petani. Nantinya, kedua komoditas itu akan disimpan di gudang milik RNI. "Kami punya 40 resi gudang yang tersebar di kota/kabupaten di Indonesia," ujarnya.

Ismed menjelaskan, dengan menggunakan mekanisme resi gudang, pihaknya bisa menampung kedua komoditas ini kemudian di distribusikan ke tingkat ritel. Pendistribusian ke ritel akan dilakukan oleh anak usaha RNI yakni, PT Rajawali Nusindo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×