kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Rupiah Melemah, Industri Ban Masuk Mode “Survival”


Selasa, 19 Mei 2026 / 21:42 WIB
Rupiah Melemah, Industri Ban Masuk Mode “Survival”
ILUSTRASI. Kinerja Industri Ban (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai menekan industri ban nasional.

Di tengah volatilitas kurs yang tinggi, pelaku industri juga mengaku kesulitan melakukan lindung nilai (hedging) karena kondisi pasar dinilai masih penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Industri Ban Bersiap Naikkan Harga Akibat Lonjakan Bahan Baku

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane mengungkapkan bahwa tekanan utama industri saat ini berasal dari kenaikan harga bahan baku berbasis fosil yang dipengaruhi konflik geopolitik di Timur Tengah, dengan seluruh transaksi yang tetap mengacu pada dolar AS.

“Karena kita memproduksi ban itu dengan dolar Rp 17.600, dengan bahan baku dari fosil akibat perang Timur Tengah yang begitu tinggi,” ujar Azis kepada Kontan.co.id, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, fluktuasi kurs yang terlalu tinggi membuat pelaku industri kesulitan melakukan strategi hedging untuk menjaga stabilitas biaya produksi.

“Mau di-hedging, tapi lembaga hedging juga tidak mau. Karena kondisinya tidak jelas,” katanya.

Baca Juga: RCS for Business Masuk Indonesia, Infobip Bidik Sektor Keuangan hingga Ritel

Azis menambahkan, kondisi tersebut membuat industri ban saat ini lebih fokus menjaga keberlangsungan usaha dibanding melakukan ekspansi.

Pelaku industri juga cenderung berhati-hati dalam produksi untuk menghindari penumpukan stok di tengah daya beli yang masih lemah.

“Seluruh pabrik ban itu dalam mode survival. Yang penting jangan sampai ada PHK,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×