kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Bridgestone: Prospek Industri Ban Domestik Masih Tumbuh 5% pada Tahun 2026


Selasa, 12 Mei 2026 / 15:40 WIB
Bridgestone: Prospek Industri Ban Domestik Masih Tumbuh 5% pada Tahun 2026
ILUSTRASI. Pabrik Ban Bridgestone (Dok/Bridgestone Indonesia)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bridgestone Tire Indonesia optimistis prospek industri ban domestik pada tahun ini masih cukup positif meski dibayangi tekanan geopolitik global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia Mukiat Sutikno mengungkapkan, permintaan ban di pasar domestik masih relatif stabil dan berpotensi tumbuh dibandingkan tahun lalu.

“Untuk secara domestik selama ini masih cukup baik. Dibandingkan tahun lalu mungkin bisa dikatakan sama atau ada sedikit kenaikan antara 3% hingga 5%,” ujar Mukiat kepada Kontan, Selasa (12/5/2026).

Menurut Mukiat, pertumbuhan pasar domestik menjadi penopang industri ban di tengah perlambatan ekspor akibat kondisi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Percepat Investasi, Bahlil Minta Proyek Kilang Tuban di Jawa Timur Segera Dieksekusi

Ia menjelaskan, konflik tersebut turut memengaruhi permintaan dari sektor original equipment manufacturer (OEM) atau pabrikan otomotif yang mengekspor kendaraan ke kawasan Timur Tengah.

“Ekspor mereka ke Timur Tengah ada drop. Drop-nya kita melihat berkisar sekitar 5%,” katanya.

Di sisi lain, industri ban juga menghadapi tantangan dari kenaikan harga bahan baku dan penguatan dolar AS terhadap rupiah yang berdampak pada biaya produksi.

Mukiat bilang, sebagian bahan baku utama industri ban masih mengacu pada dolar AS sehingga pelemahan rupiah meningkatkan beban biaya perusahaan.

“US Dollar terhadap IDR cukup tinggi, sehingga ini memengaruhi cost secara keseluruhan,” jelasnya.

Sebelumnya, Bridgestone juga menyoroti kenaikan biaya logistik akibat perubahan jalur distribusi global di tengah konflik geopolitik. Kondisi tersebut membuat pengiriman barang menjadi lebih kompleks dan berpotensi memengaruhi ketersediaan material.

Meski demikian, Bridgestone tetap membidik pertumbuhan bisnis positif sepanjang 2026 dengan menjaga keseimbangan antara volume penjualan dan profitabilitas perusahaan.

Baca Juga: Perlindungan Pekerja dan Mitra Subkontraktor Jadi Bagian Strategi Bisnis Daikin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×