kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45924,22   -11,30   -1.21%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Satria Antaran (SAPX) Masih Optimistis Volume Pengiriman Paket Bisa Tumbuh 40%


Kamis, 17 November 2022 / 18:27 WIB
Satria Antaran (SAPX) Masih Optimistis Volume Pengiriman Paket Bisa Tumbuh 40%
ILUSTRASI. Jasa Kurir dan usaha pengiriman logistik SAP Express dari PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX)


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jasa pengiriman, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) mengatakan pencapaian volume pengiriman yang dicatat pada kuartal III 2022 masih meleset dari target yang ditentukan.

Presiden Direktur SAPX Budiyanto Darmastono menjelaskan pada kuartal III 2022 ini pihaknya mencatat volume pengiriman di angka 200.000 paket per hari.

"Di kuartal ke III tahun 2022 saat ini kami mencatatkan pengiriman di angka 200.000 paket per hari. Angka ini masih di bawah target perusahaan, tapi sudah meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Tentu ini menjadi satu hal yang baik bagi perusahaan dalam mengarungi tahun 2022 di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini di Indonesia," kata Budiyanto kepada Kontan, baru-baru ini.

Tahun ini, SAPX menargetkan jumlah pengiriman sekitar 225.000-250.000 pengiriman per hari atau meningkat 40% dari tahun sebelumnya yang ada di kisaran 150.000 pengiriman per hari.

Baca Juga: Phapros (PEHA) Mencetak Kenaikan Laba 49% pada Kuartal III-2022

Budiyanto melanjutkan saat ini Perseroan juga terus melanjutkan ekspansinya. SAPX masih menunggu perizinan untuk membangun gudang baru. Perseroan memiliki 217 Cabang di seluruh Indonesia.

Dengan langkah ekspansi ini, serapan belanja modal masih minim yakni Rp 13 miliar. SAPX menuturkan, penurunnya penggunaan belanja modal akan banyak direalisasikan pada semester II 2022.

"Perseroan masih terus menambah jaringan infrastruktur dengan membuka beberapa kantor cabang yang potensial, terutama di pulau Jawa, Bali dan Sumatra dan daerah lain yang potensial. Untuk penambahan Armada pasti beriringan dengan penambahan cabang baru serta kenaikan jumlah pengiriman," sambungnya.

Budi melanjutkan, kenaikan harga BBM tentunya sangat berpengaruh terhadap bisnis Perseroan saat ini. Hal ini juga akan berdampak terhadap pendapatan dan laba bersih Perseroan.

Namun begitu, SAPX menilai hal positif yang akan mendorong bisnis kurir berasal dari pasar e-commerce Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan pesat. Meskipun melambat, diperkirakan tahun ini Perseroan mendapat imbas dari pertumbuhan pasar e-commerce yang luar biasa tahun 2020-2022 akibat pandemi Covid-19.

Perseroan juga tidak melihat kenaikan harga BBM menjadi hambatan. SAPX menilai kenaikan harga BBM, akan mengurangi perjalanan untuk berbelanja langsung ke tempat belanja karena memperhitungkan pakai mobil jadi mahal. Dengan demikian, binis kurir justru akan meningkat karena konsumen akan menggunakan layanan tersebut.

Pada tanggal 7 September 2022 Perseroan juga sudah mengeluarkan surat keputusan perihal penyesuaian harga pengiriman kepada pelanggan Perseroan.

Budiyanto mengatakan, setelah mengetahui tanggal 3 September 2022 Pemerintah telah menaikkan harga BBM sebesar 31-32%, Perusahaan langsung membuat surat penyesuaian harga pengiriman mengingat aktivitas pengiriman banyak di dominasi oleh moda kendaraan motor dan mobil.

Baca Juga: Industri Tekstil Menantang, Pan Brothers (PBRX) Berupaya Pertahankan Kinerja

"Perseroan menaikkan biaya pengiriman sebesar 25% dari harga sebelumnya dan penyesuaian harga tersebut sudah efektif per tanggal 20 September 2022," kata dia.

Sebagai informasi, per kuartal III pendapatan SAPX tercatat sebesar Rp 450,04 miliar, lebih tinggi dari semula Rp 429,34 miliar pada kuartal III-2021. 

Tumbuhnya pendapatan, ikut mendorong peningkatan beban langsung perseroan sebesar 11,38% menjadi Rp 313,13 miliar. Di mana, pada periode yang sama tahun sebelumnya beban langsung yang ditanggung SAPX hanya senilai Rp 281,12 miliar.

SAPX juga mencatatkan peningkatan beban usaha hingga akhir September lalu. Angkanya lebih besar 11,36% menjadi Rp 122,11 miliar. Padahal di akhir September 2021 beban usaha SAPX hanya mencapai Rp 109,65 miliar. 

Kondisi itu membuat laba usaha perseroan mengalami penyusutan hingga 61,63%, dari semula Rp 38,56 miliar pada kuartal ketiga 2021, menjadi hanya Rp 14,79 miliar di kuartal ketiga tahun ini. Walhasil, laba neto tahun berjalan SAPX pun menurun 58,63% menjadi Rp 13,27 miliar. Sebelumnya, laba bersih SAPX masih mencapai Rp 32,08 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×