kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.019   56,00   0,31%
  • IDX 5.749   53,50   0,94%
  • KOMPAS100 746   10,28   1,40%
  • LQ45 567   9,81   1,76%
  • ISSI 199   0,58   0,29%
  • IDX30 321   5,42   1,72%
  • IDXHIDIV20 396   6,79   1,75%
  • IDX80 85   1,22   1,47%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,58   1,55%

SKK Migas Meramu Strategi Hadapi Potensi Surplus Gas di Jawa Timur


Jumat, 28 Oktober 2022 / 14:31 WIB
ILUSTRASI. Proyek pengembangan lapangan unitisasi gas Jambaran Tiung Biru (JTB) oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di Bojonegoro, Jawa Timur. SKK Migas Meramu Strategi Hadapi Potensi Surplus Gas di Jawa Timur.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

“Ketika mau cari market baru itu butuh waktu ini yang kami akan pertimbangkan memungkinkan kita teknologi transportasi banyak untuk gas misalnya pake CNG trucking atau ISO tank,” ujarnya. 

Dia bilang dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan forum provider teknologi untuk menghadapi surplus gas ini. 

Selain itu, opsi untuk menggunakan teknologi mini LNG juga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi surplus gas di Jawa Timur dan kondisi tidak adanya jaringan pipa Selatan Kediri-Tulung Agung. 

Baca Juga: SKK Migas: Kepastian Operator Blok IDD Diumumkan Akhir Tahun Ini

Soal potensi pasar baru, Waras berharap pihaknya akan mendapatkan pasar dari Jawa Tengah, khususnya dari Batang dengan syarat pipa dari Semarang ke Batang kelanjutan dari Gresik-Semarang tersedia. 

Tidak hanya itu, Waras juga berharap untuk jangka panjang, idealnya pipa Gresik-Semarang bisa tersambung ke Cirebon untuk mengisi kebutuhan gas di Jawa Barat. 

“Mudah-mudahan Batang selesai nyambung ke Cirebon aman kita. Mau produksi berapa pun di sini serap semua ke Jawa Barat karena di sana mengalami shortage. Saya urusin 13 tahun shortage terus Jabar,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×