kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45689,33   17,20   2.56%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.24%

Sky Energy Indonesia (JSKY) incar pendapatan Rp 1 triliun tahun ini


Kamis, 06 Februari 2020 / 16:58 WIB
Sky Energy Indonesia (JSKY) incar pendapatan Rp 1 triliun tahun ini
ILUSTRASI. Kurniadi Widyanta, Direktur Komersial PT Sky Energy Indonesia Tbk.

Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - ​JAKARTA. Produsen panel surya, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) optimistis kinerjanya mengalami peningkatan sepanjang tahun ini. Perusahaan pun membidik nilai pendapatan sekitar Rp 1 trilun pada tahun ini.

Sekadar informasi, JSKY belum merilis laporan keuangan tahun 2019 lalu. Jika merujuk pada laporan keuangan per kuartal tiga 2019, pendapatan JSKY naik 7,35% (yoy) menjadi Rp 357,73 miliar. Sedangkan laba bersih perusahaan 24,84% (yoy) menjadi Rp 26,08 miliar.

Baca Juga: Sky Energy Indonesia (JSKY) menanti pabrik panel surya beroperasi

Chief Commercial Officer JSKY Kurniadi Widyanta mengatakan, kontribusi terbesar pendapatan perusahaan berasal dari penjualan panel surya dan baterai. Dari sisi wilayah pemasaran, pihak JSKY menginginkan agar porsi penjualan di pasar domestik dan ekspor seimbang.

Mengintip hasil di kuartal tiga lalu, penjualan JSKY di pasar domestik tercatat sebesar Rp 255,61 miliar sementara penjualan di pasar ekspor sebesar Rp 102,11 miliar.

Untuk memacu pendapatan dari domestik, JSKY akan memaksimalkan keberadaan proyek-proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Baca Juga: Raih kontrak PLTS di Papua, Sky Energy (JSKY) incar kawasan pemukiman

Yang terbaru, perusahaan memperoleh kontrak proyek PLTS di Papua dan Papua Barat. Manajemen JSKY menargetkan proyek tersebut dapat selesai di semester pertama tahun ini.

Catatan Kontan.co.id, proyek PLTS ini terletak di Merauke dengan nilai sebesar Rp 165,23 miliar dan Sorong senilai Rp 126,84 miliar.

Selain itu, meski belum dijelaskan secara rinci, JSKY juga ikut memasok panel surya untuk proyek PLTS Cirata.

“Kami juga sedang membahas dengan pemerintah terkait pemasangan panel surya di penerangan jalan umum (PJU),” tambah Kurniadi ketika ditemui di Kantornya di Gunung Putri, Kamis (6/2).

Baca Juga: Harga Saham Terus Anjlok, ini Proyeksi Kinerja JSKY Menurut Manajemen Sky Energy

JSKY juga akan memaksimalkan penjualan di pasar ekspor. Salah satu pangsa pasar ekspor terbesar JSKY saat ini adalah Amerika Serikat. Di samping itu, perusahaan juga memasarkan produknya ke beberapa negara Eropa dan Jepang.

“Kebutuhan panel surya di AS kabarnya mencapai 24 GW. Ini coba kami maksimalkan,” kata dia.

Di sisi lain, Kurniadi menyebut, salah satu tantangan bisnis yang dapat mengganjal kinerja keuangan JSKY adalah kebutuhan bahan baku panel surya yang sebagian besar masih diimpor dari luar negeri.

Baca Juga: Pabrik baru siap beroperasi, JSKY siapkan belanja modal Rp 30 miliar

Ambil contoh, beberapa produk panel surya JSKY dibuat dari bahan kaca dengan ketebalan sekitar 1,7 milimeter. Kaca dengan klasifikasi tersebut masih sulit ditemui di Indonesia.

Akhirnya, perusahaan mengimpor kaca dari beberapa negara seperti Taiwan, Vietnam, dan China. “Komponen lokal kami baru sekitar 43% sedangkan sisanya dari luar negeri,” ungkap Kurniadi.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×