kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Smelter merugikan, Bos Freeport: PT Smelting saja baru beri deviden setelah 20 tahun


Rabu, 14 Oktober 2020 / 19:08 WIB
Smelter merugikan, Bos Freeport: PT Smelting saja baru beri deviden setelah 20 tahun
ILUSTRASI. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tonny Wenas kembali membeberkan tidak ekonomisnya proyek smelter tembaga. Hitungan Tony, ada kerugian sekitar US$ 300 juta per tahun yang harus ditanggung saat proyek smelter tembaga PTFI itu dibangun.

Dia membeberkan, pendapatan utama smelter datang  dari Treatment Charge and Refining Charge (TCRC). Dengan kapasitas smelter 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan menelan investasi sebesar US$ 3 miliar, nilai TCRC yang dibutuhkan agar ekonomis mesti di angka US$ 52 sen per pon.

Namun, nilai TCRC saat ini hanya di kisaran US$ 26 sen per pon tembaga, dan diproyeksikan stagnan dalam beberapa tahun ke depan.  Artinya, ada kerugian atau loss sebesar US$ 26 sen per pon tembaga. Dalam perhitungannya, selisih tersebut setara dengan kerugian US$ 300 juta per ton.

Baca Juga: Pasca Mengempit INCO, Mind Id Akan Mengembangkan Tambang Emas di Blok Wabu

"Penambang memberikan subsidi US$ 300 juta per tahun. Ini akan berdampak bagi pemegang saham, bagi pemerintah juga akan berdampak," kata Tony dalam webinar yang digelar Rabu (14/10).

Lebih lanjut, dia bilang bahwa produk katoda tembaga dari smelter PTFI juga terpaksa akan diekspor. Pasalnya, 50% produksi dari smelter tembaga yang ada sekarang, yakni PT Smelting sudah mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. "Dengan begitu subsidi US$ 300 juta itu juga ikut diekspor," imbuh Tony.

Asal tahu saja, hingga September 2020, progres smelter tembaga PTFI baru mencapai 5,86%. Hingga Agustus 2020, proyek yang berlokasi di JIIPE Gresik, Jawa Timur itu sudah menyerap investasi sekitar US$ 303 juta.

Kini proyek smelter tersebut masih terhambat karena adanya pandemi virus corona atawa Covid-19. "Karena para pemasok utama kami, dari Finlandia, Kanada dan Jepang sangat terdampak (Covid-19)," ungkap Tony.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×